
Kenaikan laba BMRI dengan efisiensi operasional yang membaik memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti kinerja perbankan nasional.

Laba Bank Mandiri Ungguli BCA dan BRI Alur cerita dan fakta utama
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat kinerja positif hingga April 2026 dengan laba bersih mencapai Rp18,1 triliun, tumbuh 19% secara tahunan. Angka ini mengungguli pertumbuhan laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada periode yang sama. Menurut riset Verdhana Sekuritas, kinerja BMRI didukung oleh net interest margin (NIM) yang stabil di level 4%, imbal hasil aset sebesar 5,9%, serta penurunan biaya pendanaan sebesar 50 basis poin menjadi 2,2%.
Pendapatan bunga bersih BMRI naik 6% menjadi Rp6,7 triliun pada April 2026, mendorong total pendapatan menjadi Rp27,9 triliun atau 24% dari proyeksi tahunan Verdhana. Laba bersih sebelum provisi meningkat 14% menjadi Rp24,8 triliun. Efisiensi operasional juga membaik dengan cost to income ratio (CIR) turun dari 42% menjadi 35%.
Kinerja kuat dalam empat bulan pertama tahun ini membuat BMRI berada di jalur cepat, dengan laba yang sudah mencapai 31% dari proyeksi tahunan penuh. Analis memberikan rekomendasi positif terhadap saham BMRI dengan target harga yang optimis, termasuk potensi penembusan harga saham ke level Rp6.000.
Fakta
- Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp18,1 triliun hingga April 2026, tumbuh 19% secara tahunan.
- Laba bersih April 2026 naik 14% menjadi Rp4,8 triliun, mencapai 31% dari proyeksi tahunan Verdhana Sekuritas.
- Net interest margin (NIM) stabil di 4%, dengan imbal hasil aset 5,9% dan biaya pendanaan turun 50 bps ke 2,2%.
- Cost to income ratio (CIR) turun dari 42% menjadi 35% per April 2026.
- Pendapatan bunga bersih naik 6% menjadi Rp6,7 triliun pada April, total pendapatan Rp27,9 triliun atau 24% dari proyeksi tahunan.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





