
Langkah-langkah BI ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti arah ekonomi nasional pasca kenaikan suku bunga.

BI Ungkap Strategi Baru Dorong Ekonomi Alur cerita dan fakta utama
Bank Indonesia (BI) mengungkap lima langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25%. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa langkah pertama adalah menjaga likuiditas moneter tetap longgar melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. Tujuannya agar perbankan tetap memiliki cukup likuiditas untuk menyalurkan kredit dan meminimalkan dampak kenaikan suku bunga terhadap suku bunga deposito maupun kredit.
Langkah kedua adalah peningkatan insentif likuiditas makroprudensial kepada sektor-sektor strategis. Hingga Mei 2026, total nilai kebijakan ini mencapai Rp424,7 triliun, yang dialokasikan ke bank-bank nasional, termasuk Bank BUMN (Rp214,2 triliun), bank swasta (Rp171,1 triliun), dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp30,6 triliun. Insentif ini diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas yang mendukung program pemerintah dan penciptaan pertumbuhan ekonomi.
BI juga menekankan pentingnya menjaga suku bunga kredit tetap rendah meski suku bunga acuan naik. Dengan kebijakan makroprudensial yang longgar, BI memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit secara efektif dan menjaga suku bunga kredit tetap terjangkau. Langkah ini diharapkan bisa menyeimbangkan stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Fakta
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan lima langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada 20 Mei 2026.
- Suku bunga acuan BI naik menjadi 5,25% sebagai bagian dari kebijakan moneter terbaru.
- BI membeli SBN dari pasar sekunder untuk menjaga likuiditas moneter tetap longgar.
- Total insentif likuiditas makroprudensial (KLM) hingga Mei 2026 mencapai Rp424,7 triliun.
- Alokasi KLM terdiri dari Rp214,2 triliun untuk Bank BUMN, Rp171,1 triliun untuk bank swasta, dan Rp30,6 triliun untuk BPD.
- Insentif diarahkan ke sektor prioritas yang mendukung program pemerintah dan pertumbuhan ekonomi.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





