
Proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,18% di 2026 memberi gambaran optimis namun waspada, konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti arah ekonomi RI.

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,18% Alur cerita dan fakta utama
Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,18 persen pada 2026, sedikit lebih tinggi dari proyeksi tahun 2025 sebesar 5,11 persen. Proyeksi ini disampaikan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama terkait arah kebijakan suku bunga The Fed dan risiko geopolitik. Inflasi diperkirakan naik menjadi 3,53 persen, sementara nilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke level Rp 17.135 per dolar AS pada akhir 2026.
Bank Mandiri juga memproyeksikan BI Rate tetap di 4,75 persen, sementara Fed Funds Rate diperkirakan turun ke 3,75 persen. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun diprediksi berada di 6,63 persen. Di sektor perbankan, pertumbuhan deposito diperkirakan mencapai 10,61 persen dan pertumbuhan kredit sebesar 10,34 persen.
Andry menekankan bahwa ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026 hingga 2027 semakin kecil, berbeda dengan harapan sebelumnya. Faktor geopolitik seperti kebijakan luar negeri AS, tarif impor, dan konflik di Timur Tengah turut memengaruhi volatilitas pasar. Perlambatan ekonomi global yang berlangsung beberapa tahun terakhir juga masih menjadi tantangan utama menjelang 2026.
Fakta
- Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,18% pada 2026.
- Inflasi diperkirakan naik menjadi 3,53% dan nilai tukar rupiah melemah ke Rp 17.135 per dolar AS pada akhir 2026.
- BI Rate diproyeksikan tetap di 4,75%, sementara Fed Funds Rate diperkirakan turun ke 3,75%.
- Pertumbuhan deposito diproyeksikan mencapai 10,61% dan pertumbuhan kredit sebesar 10,34% pada 2026.
- Andry menyebut ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026 semakin kecil meski sebelumnya pasar mengharapkan siklus penurunan berlanjut.
- Faktor geopolitik seperti kebijakan luar negeri AS, tarif impor, dan konflik di Timur Tengah menjadi risiko utama bagi ekonomi global.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





