
Pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi kebijakan fiskal dan global, konteks penting bagi rekan yang mengikuti pasar modal.

IHSG Pekan Ini: Tekanan Royalti & Rebalancing Alur cerita dan fakta utama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif selama tiga hari perdagangan pekan ini, 11–13 Mei 2026, karena libur nasional menyusul Kenaikan Yesus Kristus. Perdagangan pendek ini dibayangi oleh sentimen global dan kebijakan domestik yang memengaruhi sektor pertambangan.
Dari sisi global, pasar memperhatikan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin soal potensi akhir perang Ukraina serta pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping. Selain itu, rebalancing indeks MSCI turut memengaruhi aliran modal asing ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, tekanan terhadap sektor minerba meningkat seiring rencana kenaikan tarif royalti untuk komoditas seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak yang akan berlaku mulai Juni 2026. Khusus emas, tarif royalti naik hingga 100 persen di batas bawah. Kementerian Keuangan juga tengah mengkaji penerapan bea ekspor dan pajak keuntungan tak terduga (windfall tax), yang menambah ketidakpastian bagi pelaku usaha tambang.
Analisis dari PT Indo Premier Sekuritas menyebut volatilitas sektor minerba berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Investor diminta waspada terhadap dinamika kebijakan fiskal dan gejolak global yang bisa memengaruhi performa IHSG meski perdagangan hanya berlangsung tiga hari.
Fakta
- IHSG diprediksi bergerak fluktuatif selama 3 hari perdagangan, 11–13 Mei 2026, karena libur nasional 14–15 Mei.
- Tarif royalti emas naik hingga 100 persen, yang paling signifikan di antara komoditas lainnya.
- Kementerian Keuangan tengah mengkaji penerapan bea ekspor dan windfall tax untuk sektor minerba.
- Rebalancing indeks MSCI dan dinamika geopolitik Rusia-Ukraina menjadi sentimen global yang diawasi pasar.
- Volatilitas sektor minerba berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama untuk nikel dan batu bara.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





