Ilustrasi Wall Street dengan grafik saham naik dan harga minyak turun di latar belakang.
Ilustrasi Wall Street dengan grafik saham naik dan harga minyak turun di latar belakang.

Pasar saham AS mencapai puncak baru berkat tekanan inflasi dari minyak yang turun dan laporan laba yang melebihi ekspektasi. Kalau ada teman atau rekan kerja yang mengikuti pasar keuangan, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Wall Street Pecah Rekor, Minyak Anjlok Alur cerita dan fakta utama

Indeks saham utama di Wall Street mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 5 Mei 2026, dipimpin oleh S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing menyentuh 7.259,22 dan 25.326,13. Kenaikan ini didorong oleh penurunan harga minyak global dan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan besar yang melampaui ekspektasi pasar. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok 3,9% menjadi US$102,27 per barel, sementara Brent crude turun 3,99% ke US$109,87 per barel, memberi tekanan turun pada inflasi dan meningkatkan sentimen investor.

Di sisi geopolitik, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih bertahan meski dinilai rapuh. Pernyataan dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahwa kapal komersial AS berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman turut menenangkan pasar global. Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan komitmen pemerintah untuk mengawal kapal-kapal yang sempat terjebak di jalur strategis tersebut.

Kinerja emiten juga menjadi pendorong utama reli pasar. Saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8% setelah membukukan laba dan pendapatan kuartal I yang melampaui ekspektasi. Anheuser-Busch InBev juga mengalami lonjakan lebih dari 8% berkat hasil kinerja yang kuat. Kombinasi faktor makroekonomi dan kinerja korporasi menjadi kunci penguatan pasar saham kali ini.

Fakta

  • Pada 5 Mei 2026, S&P 500 naik 0,81% ke level 7.259,22, rekor tertinggi sepanjang masa.
  • Nasdaq Composite melonjak 1,03% ke 25.326,13, juga rekor tertinggi sepanjang masa.
  • Harga minyak WTI turun 3,9% menjadi US$102,27 per barel, Brent crude turun 3,99% ke US$109,87.
  • Saham DuPont naik sekitar 8% setelah laporan laba kuartal I melampaui ekspektasi.
  • Anheuser-Busch InBev juga naik lebih dari 8% berkat kinerja keuangan yang kuat.
  • Gencatan senjata AS-Iran masih berlangsung meski dinilai rapuh, kapal komersial AS berhasil melintasi Selat Hormuz.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial