
AS mendorong keterlibatan global dalam keamanan Selat Hormuz, dengan tekanan langsung ke China. Kalau ada rekan atau teman yang mengikuti dinamika geopolitik energi, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

AS desak China bantu amankan Selat Hormuz Alur cerita dan fakta utama
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mendesak China dan sekutu AS untuk terlibat dalam operasi keamanan maritim di Selat Hormuz, jalur strategis yang vital bagi perdagangan minyak global. Dalam wawancara dengan Fox News, Bessent menegaskan bahwa kendali atas selat saat ini berada di tangan AS, tetapi menyerukan kerja sama internasional untuk menjaga kelancaran lalu lintas kapal. Ia secara khusus menyoroti ketergantungan China pada energi Iran, menyebut bahwa pembelian energi oleh China berarti mendanai sponsor terorisme terbesar di dunia menurut pandangan AS. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menambah ketegangan dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Fakta
- Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak China dan sekutu AS untuk bergabung dalam operasi militer pengawalan kapal di Selat Hormuz.
- Bessent menyatakan AS sedang membuka kembali Selat Hormuz setelah ancaman serangan dari Iran.
- Pernyataan Bessent disampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada 4 Mei 2026.
- AS menuduh China mendanai Iran secara tidak langsung lewat pembelian energi, karena Iran menyuplai 90% energi China.
- Dorongan ini muncul sepekan sebelum pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





