
Laba bersih MEDC melonjak berkat pemulihan AMMN dan harga minyak yang mendukung, konteks penting bagi investor yang mengikuti sektor energi.

Laba Medco Energi Melonjak 283% Alur cerita dan fakta utama
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 283 persen pada kuartal I 2026, didorong oleh kenaikan volume produksi, penguatan harga minyak mentah dunia, dan perbaikan kinerja keuangan dari entitas asosiasi. EBITDA perusahaan mencapai US$351 juta, naik 6 persen dibanding periode sebelumnya dan setara dengan 28 persen dari estimasi tahunan. Pemulihan finansial dari entitas asosiasi menjadi kunci utama, dengan kontribusi positif sebesar US$45 juta, berbanding terbalik dengan kerugian US$20 juta pada periode yang sama tahun lalu. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi kontributor terbesar setelah beralih dari rugi US$29 juta menjadi laba US$33,5 juta bagi MEDC. RHB Sekuritas merevisi proyeksi biaya operasional MEDC menjadi US$8,8 per barel setara minyak (boe) dan menaikkan asumsi harga minyak Brent 2026 menjadi US$83 per barel. Target produksi hidrokarbon dipertahankan di 171 ribu boepd hingga 2027. Proyeksi EBITDA tahunan MEDC juga direvisi naik 15 persen menjadi US$1,5 miliar. Saham MEDC saat ini diperdagangkan dengan valuasi 3,6 kali EV/EBITDA, di bawah rata-rata industri.
Fakta
- Laba bersih Medco Energi melonjak 283% pada kuartal I 2026.
- EBITDA MEDC mencapai US$351 juta di kuartal I 2026, naik 6% dari periode sebelumnya.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berkontribusi laba US$33,5 juta, setelah sebelumnya rugi US$29 juta di kuartal I 2025.
- RHB Sekuritas merevisi asumsi harga minyak Brent 2026 menjadi US$83 per barel dari sebelumnya US$62.
- Proyeksi EBITDA MEDC 2026 direvisi naik 15% menjadi US$1,5 miliar.
- Analisis menetapkan target harga saham MEDC di Rp2.200 dengan rekomendasi beli.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





