
Kesalahan identifikasi fosil selama 70 tahun ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik melihat bagaimana sains memperbaiki pemahaman lama.

Fosil gajah? Ternyata paus laut Alur cerita dan fakta utama
Pada 1951, arkeolog Otto Geist menemukan sisa fosil di pedalaman Alaska dan mengidentifikasinya sebagai sisa gajah purba mammoth, berdasarkan ukuran dan lokasi temuan. Spesimen itu lalu disimpan di Museum of the North, Universitas Alaska, selama puluhan tahun tanpa analisis lebih lanjut. Baru pada 2026, tim peneliti dari Universitas Alaska Fairbanks melakukan penanggalan radiokarbon dan analisis isotop pada fosil tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa fosil berasal dari hewan laut, bukan mammoth darat.
Analisis isotop karbon-13 dan nitrogen-15 menunjukkan pola khas hewan laut, bukan herbivora darat seperti mammoth. Selain itu, usia fosil sekitar 2.000–3.000 tahun, jauh lebih muda dari kepunahan mammoth sekitar 13.000 tahun lalu. Untuk memastikan, tim mengekstrak DNA mitokondria dan membandingkannya dengan spesies paus laut, termasuk paus sikat Pasifik Utara (Eubalaena japonica) dan paus minke (Balaenoptera acutorostrata), yang menguatkan identifikasi sebagai sisa paus.
Temuan ini membuka misteri baru: bagaimana sisa paus bisa berada di pedalaman Alaska, lebih dari 400 km dari pantai terdekat? Salah satu hipotesis adalah paus terdampar di sungai atau teluk purba, meski ukuran paus dan cekungan air kuno membuat skenario ini diragukan. Hipotesis lain menyebut kemungkinan fosil diangkut oleh manusia purba dari pantai. Peneliti masih menyelidiki kemungkinan tersebut, termasuk potensi kesalahan ilmiah di masa lalu.
Fakta
- Fosil yang awalnya dikira milik mammoth ditemukan oleh arkeolog Otto Geist pada 1951 di pedalaman Alaska.
- Analisis isotop dan DNA pada 2026 mengungkap fosil berusia 2.000–3.000 tahun berasal dari paus, bukan mammoth.
- Kandungan nitrogen-15 dan karbon-13 dalam fosil menunjukkan asalnya dari hewan laut, bukan herbivora darat.
- Spesimen disimpan di Museum of the North, Universitas Alaska, selama lebih dari 70 tahun sebelum dianalisis ulang.
- Para peneliti menyelidiki dua hipotesis: paus terdampar di sungai kuno atau fosil diangkut oleh manusia purba dari pantai.
- Tim peneliti dari Universitas Alaska Fairbanks dipimpin oleh ahli biogeokimia Matthew Wooller.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





