Ilustrasi gurita raksasa purba dengan tubuh transparan dan sirip seperti dumbo, mengambang di dasar laut gelap dengan fosil rahang di bawahnya
Ilustrasi gurita raksasa purba dengan tubuh transparan dan sirip seperti dumbo, mengambang di dasar laut gelap dengan fosil rahang di bawahnya

Penemuan ini memberi konteks baru tentang siapa yang dulu menguasai lautan, penting bagi teman yang tertarik sejarah kehidupan laut purba.

Gurita Raksasa Purba Hiasi Lautan Dalam Alur cerita dan fakta utama

Ilmuwan menemukan fosil rahang gurita purba berukuran raksasa yang berasal dari Periode Kapur Akhir, sekitar 72 hingga 100 juta tahun lalu. Temuan ini berasal dari spesimen yang ditemukan di Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada, dan dikaji oleh tim peneliti dari Universitas Hokkaido yang dipimpin oleh Yasuhinro Iba. Dengan memanfaatkan teknologi pemindaian berlapis dan kecerdasan buatan, tim berhasil merekonstruksi 27 fosil rahang cephalopoda yang sebelumnya dianggap berasal dari lima spesies berbeda, namun kini diklasifikasikan ulang menjadi dua spesies: Nanaimoteuthis jeletzkyi dan N. haggarti.

Spesies N. haggarti diyakini sebagai gurita bersirip purba, kerabat jauh dari gurita dumbo modern. Rahang bawahnya yang terbesar berukuran sekitar 50% lebih besar dari cumi raksasa saat ini, yang panjangnya mencapai 12 meter. Berdasarkan perbandingan anatomi, para peneliti memperkirakan panjang total tubuh N. haggarti mencapai antara 7 hingga 19 meter, menjadikannya salah satu invertebrata terbesar dalam sejarah Bumi.

Temuan ini mengubah pandangan lama bahwa puncak rantai makanan laut pada masa Kapur didominasi oleh vertebrata seperti mosasaurus dan plesiosaurus. Kehadiran gurita raksasa ini menunjukkan bahwa ekosistem laut purba jauh lebih kompleks, dengan predator invertebrata yang juga menduduki posisi puncak. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science edisi 23 April 2026 dan memberikan bukti baru tentang keragaman bentuk kehidupan laut di masa lalu.

Fakta

  • Fosil rahang gurita purba ditemukan di Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada, berasal dari Periode Kapur Akhir (72–100 juta tahun lalu).
  • Spesies Nanaimoteuthis haggarti diperkirakan memiliki panjang tubuh 7–19 meter, menjadikannya cephalopoda terbesar yang pernah ada.
  • Rahang bawah N. haggarti 50% lebih besar dari cumi raksasa modern dengan panjang 12 meter.
  • Tim peneliti dari Universitas Hokkaido menggunakan teknologi AI dan penggilingan batuan berlapis untuk merekonstruksi fosil.
  • Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science pada 23 April 2026, menunjukkan peran predator invertebrata di puncak rantai makanan laut purba.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial