
Temuan cumi-cumi raksasa dan spesies baru memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu kehidupan laut dalam.

Cumi-cumi Raksasa Terdeteksi di Lautan Alur cerita dan fakta utama
Ilmuwan Australia mengungkap bukti keberadaan cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) di perairan lepas pantai Nyinggulu, Australia Barat. Penemuan ini merupakan bagian dari studi besar yang dipimpin Universitas Curtin dan Museum Australia Barat, yang menjelajahi ngarai bawah laut Cape Range dan Cloates hingga kedalaman 4.510 meter. Alih-alih mengandalkan pengamatan langsung, tim menggunakan teknik DNA lingkungan (eDNA) untuk menganalisis jejak genetik dalam air laut, memungkinkan identifikasi spesies tanpa harus menangkap atau merekamnya secara visual.
Teknik ini berhasil mendeteksi cumi-cumi raksasa dalam enam sampel terpisah, menegaskan keberadaannya di kawasan yang sebelumnya tidak terdokumentasi. Selain itu, tim mengidentifikasi 226 spesies laut dalam, termasuk paus sperma kerdil (Kogia breviceps) dan paus berparuh Cuvier (Ziphius cavirostris). Yang lebih mencengangkan, puluhan spesies yang terdeteksi diduga belum pernah tercatat sebelumnya di wilayah ini, seperti hiu tidur (Somniosus sp.), belut cusk tanpa wajah (Typhlonus nasus), dan ikan bergigi runcing ramping (Rhadinesthes decimus).
Dr. Georgia Nester, penulis utama studi, menekankan bahwa temuan ini menunjukkan betapa sedikitnya pengetahuan manusia tentang ekosistem laut dalam. Studi ini tidak hanya mengonfirmasi keberadaan makhluk misterius seperti cumi-cumi raksasa, tetapi juga membuka jalan bagi penemuan lebih lanjut tentang keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di bawah permukaan laut. Penelitian berikutnya akan fokus pada klasifikasi spesies baru dan pemahaman peran ekologisnya dalam rantai makanan laut dalam.
Fakta
- Pada Mei 2026, ilmuwan Australia mendeteksi bukti keberadaan cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) melalui analisis DNA lingkungan di perairan Nyinggulu, Australia Barat.
- Studi oleh Universitas Curtin dan Museum Australia Barat mengumpulkan lebih dari 1.000 sampel dari kedalaman hingga 4.510 meter di ngarai bawah laut Cape Range dan Cloates.
- Cumi-cumi raksasa terdeteksi dalam enam sampel terpisah dan dapat tumbuh hingga 13 meter dengan berat mencapai 275 kg.
- Penelitian mengidentifikasi 226 spesies laut dalam, termasuk paus sperma kerdil dan paus berparuh Cuvier, serta puluhan spesies yang belum tercatat di wilayah tersebut.
- Teknik eDNA memungkinkan deteksi spesies tanpa observasi langsung, dengan menganalisis jejak genetik yang dilepaskan ke air laut.
- Dr. Georgia Nester dari Universitas Australia Barat menyatakan temuan ini menunjukkan betapa sedikitnya pengetahuan tentang ekosistem laut dalam.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





