Ilustrasi grafik saham BBNI dengan panah naik dan logo dua sekuritas yang merekomendasikan beli
Ilustrasi grafik saham BBNI dengan panah naik dan logo dua sekuritas yang merekomendasikan beli

Rekomendasi beli dari dua sekuritas ini memberi konteks ringan untuk rekan atau teman yang sedang mengikuti peluang di saham perbankan.

Dua Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham BNI Alur cerita dan fakta utama

Dua perusahaan sekuritas, Phintraco Sekuritas dan KB Valbury Sekuritas, merekomendasikan aksi beli untuk saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada perdagangan pekan ini, 18-22 Mei 2026. Rekomendasi ini didorong oleh akumulasi pembelian oleh investor asing senilai Rp628,6 miliar dalam sebulan terakhir, yang menjadi pemicu kenaikan harga saham sebesar 3,75 persen hingga menutup di level Rp3.870 per saham.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan titik masuk potensial di level Rp3.800, target harga pertama di Rp4.000, dan target kedua di Rp4.250, dengan batas stoploss di bawah Rp3.670. Sementara itu, KB Valbury Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness di kisaran harga Rp3.830–Rp3.870, dengan target harga Rp3.900 dan batas stoploss di Rp3.760.

Nilai kapitalisasi pasar BNI saat ini mencapai Rp144,34 triliun. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, valuasi saham BNI dinilai masih murah dengan rasio price to book value (PBV) 0,89 kali dan price earning ratio (PER) 7,10 kali. Sebelumnya, BNI telah menuntaskan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham yang didistribusikan pada 7 April 2026.

Fakta

  • Phintraco Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan titik masuk potensial di Rp3.800, target harga Rp4.000 dan Rp4.250, serta stoploss di bawah Rp3.670.
  • KB Valbury Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness di kisaran harga Rp3.830–Rp3.870 dengan target Rp3.900 dan stoploss di Rp3.760.
  • Investor asing mencatat net buy saham BNI senilai Rp628,6 miliar dalam sebulan terakhir hingga 13 Mei 2026.
  • Harga saham BBNI ditutup di level Rp3.870 per lembar pada 13 Mei 2026, naik 3,75 persen.
  • Nilai kapitalisasi pasar BNI mencapai Rp144,34 triliun dengan PBV 0,89 kali dan PER 7,10 kali.
  • BNI telah menyalurkan dividen tunai 2025 sebesar Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham pada 7 April 2026.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial