
Tumbuhan bertahan lewat duplikasi genetik saat Bumi kiamat, konteks penting untuk teman yang tertarik evolusi alam.

Tumbuhan Selamat dari Kiamat Asteroid Alur cerita dan fakta utama
Sekitar 66 juta tahun lalu, dampak asteroid menyebabkan kepunahan massal yang mengakhiri era dinosaurus. Peristiwa Cretaceous-Paleogene (K-Pg) ini menghancur leburkan ekosistem global, namun anehnya, banyak spesies tumbuhan justru selamat dan terus berevolusi hingga kini. Penelitian terbaru mengungkap bahwa kunci ketahanan mereka terletak pada fenomena biologis yang disebut poliploidi—yakni duplikasi seluruh genom dalam satu sel. Dengan memiliki dua set DNA atau lebih, tumbuhan mampu bertahan dari mutasi dan kerusakan genetik akibat kondisi Bumi yang rusak parah pasca-asteroid, termasuk hujan asam, perubahan iklim ekstrem, dan minimnya sinar matahari.
Fakta
- Peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene terjadi sekitar 66 juta tahun lalu akibat hantaman asteroid.
- Dinosaurus punah, tetapi banyak spesies tumbuhan berhasil bertahan hidup meski ekosistem hancur.
- Tumbuhan mampu bertahan karena fenomena poliploidi, yaitu duplikasi seluruh materi genetik dalam sel.
- Dengan DNA ganda, tumbuhan lebih tahan mutasi dan bisa berevolusi cepat di lingkungan ekstrem.
- Banyak tumbuhan berbunga saat ini adalah keturunan dari spesies yang melakukan duplikasi genetik di masa K-Pg.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





