Ilustrasi batangan emas dengan latar belakang grafik harga dan simbol geopolitik seperti peta Timur Tengah dan bendera AS, China, dan Iran.
Ilustrasi batangan emas dengan latar belakang grafik harga dan simbol geopolitik seperti peta Timur Tengah dan bendera AS, China, dan Iran.

Pergerakan harga emas pekan depan bisa jadi konteks berguna bagi rekan atau teman yang sedang memantau investasi logam mulia.

Harga Emas Antam Diprediksi Turun Pekan Depan Alur cerita dan fakta utama

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan mengalami fluktuasi pada pekan depan, dengan proyeksi penurunan ke level Rp 2.749.000 per gram dari posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 2.769.000 per gram. Analis pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Namun, peluang kenaikan masih terbuka jika ketegangan geopolitik meningkat, terutama terkait konflik Iran-Israel dan status Selat Hormuz. Ibrahim menilai, meskipun ada upaya diplomasi antara AS, Iran, dan China, konflik yang berkelanjutan bisa mendorong kembali kenaikan harga emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, perundingan perdagangan antara AS dan China yang berpotensi menghasilkan kesepakatan saling menguntungkan turut memberi sentimen positif bagi pasar global. Jika terjadi pelonggaran ketegangan perdagangan, harga emas bisa tertekan lebih lanjut. Hingga kini, harga emas Antam masih berada dalam rentang fluktuatif dengan level tertinggi diproyeksikan mendekati Rp 2.900.000 per gram, meski peluang mencapainya dinilai sangat kecil.

Fakta

  • Harga emas Antam diprediksi turun ke Rp 2.749.000 per gram pada pekan depan dari posisi Rp 2.769.000 per gram pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Pakar pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam bisa turun lebih dalam ke level Rp 2.685.000 per gram jika tekanan pasar berlanjut.
  • Faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas adalah dinamika geopolitik global, khususnya konflik Iran-Israel dan status Selat Hormuz, serta arah kebijakan suku bunga AS.
  • Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dikaitkan dengan potensi kesepakatan dagang yang bisa meredakan ketegangan AS-China.
  • Jika konflik Iran-Israel berlanjut, harga emas berpotensi menguat kembali sebagai aset safe haven meskipun ada upaya pembukaan Selat Hormuz.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial