Grafik naiknya harga CPO di Bursa Malaysia pada 15 Mei 2026, dengan latar belakang kapal tanker di Selat Hormuz dan harga minyak mentah yang melonjak.
Grafik naiknya harga CPO di Bursa Malaysia pada 15 Mei 2026, dengan latar belakang kapal tanker di Selat Hormuz dan harga minyak mentah yang melonjak.

Kenaikan harga CPO memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti dinamika komoditas energi global.

Harga CPO Menguat Dipicu Ketegangan Selat Hormuz Alur cerita dan fakta utama

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mengalami kenaikan pada perdagangan 15 Mei 2026, didorong oleh lonjakan harga minyak mentah global dan kekhawatiran atas ketegangan di Selat Hormuz. Kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 naik 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.380 Ringgit per ton, dengan kontrak bulan berikutnya juga mencatat penguatan serupa.

Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyiratkan habisnya kesabaran terhadap Iran, memperkeruh prospek perundingan damai dan mendorong harga minyak mentah naik lebih dari 3%. Kondisi ini membuat CPO menjadi alternatif menarik sebagai bahan baku biodiesel, sehingga memperkuat sentimen bullish di pasar Asia.

Namun, kenaikan harian ini tidak menghapus tekanan jangka pendek. Secara mingguan, CPO masih melemah 1,95% karena permintaan dari pasar utama yang lesu, penurunan harga minyak nabati pesaing, dan ketidakpastian kebijakan biodiesel di Indonesia. Data ekspor Malaysia untuk 1–15 Mei juga turun antara 1,6% hingga 16,5% dibanding bulan sebelumnya.

Di pasar kompetitor, minyak sawit Dalian turun 0,63%, sementara minyak kedelai di Chicago naik tipis. Nilai tukar ringgit Malaysia yang melemah 0,43% terhadap dolar AS turut mendukung daya saing ekspor CPO, meski belum cukup mengimbangi tantangan permintaan global.

Fakta

  • Kontrak CPO Mei 2026 naik 30 Ringgit menjadi 4.380 Ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatives.
  • Kenaikan harga CPO dipicu lonjakan harga minyak mentah global di atas US$100 per barel dan ketegangan di Selat Hormuz.
  • Ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1–15 Mei 2026 turun 1,6% hingga 16,5% dibanding bulan sebelumnya.
  • Secara mingguan, CPO masih melemah 1,95% meski mengalami kenaikan harian.
  • Nilai tukar ringgit Malaysia melemah 0,43% terhadap dolar AS pada periode tersebut.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial