Ilustrasi peta dunia dengan ikatan aliansi yang retak antara AS dan sekutu Eropa, Timur Tengah, serta Asia akibat perang Iran dan kebijakan Trump.
Ilustrasi peta dunia dengan ikatan aliansi yang retak antara AS dan sekutu Eropa, Timur Tengah, serta Asia akibat perang Iran dan kebijakan Trump.

Perubahan ini layak dipantau lagi, terutama untuk teman yang ingin melihat konteks di balik judulnya.

Retakan Global di Balik Perang Iran Alur cerita dan fakta utama

Ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu utamanya semakin memuncak akibat perang Iran yang berlangsung sejak Februari 2026. Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran global dengan keputusan menarik 5.000 tentara dari Jerman, membatalkan penempatan rudal Tomahawk, serta menyatakan pertimbangan pengurangan pasukan di Italia dan Spanyol. Langkah ini muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik respons AS terhadap Iran, yang dinilai meremehkan serangan terhadap mitra Teluk.

Sikap Trump terhadap NATO juga semakin meruncing, termasuk dengan mengancam tidak memenuhi kewajiban Pasal 5 jika sekutu dianggap tidak mendukung AS. Pentagon bahkan sempat mengusulkan hukuman terhadap sekutu NATO yang tidak mendukung operasi militer, termasuk meninjau kembali pengakuan atas Kepulauan Falkland. Di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab merasa diabaikan setelah serangan Iran ke Fujairah hanya ditanggapi ringan oleh Trump.

Dampaknya juga terasa di Asia, terutama Jepang dan Korea Selatan, yang bergantung pada pasokan energi melalui Selat Hormuz. Mantan pejabat Jepang mengakui kepercayaan terhadap AS mulai menurun. Di tengah situasi ini, Rusia dan China dikabarkan mulai memanfaatkan celah geopolitik, dengan Rusia mendapat untung dari lonjakan harga energi dan China mengamati kelemahan strategis AS di kawasan Indo-Pasifik.

Fakta

  • AS menarik 5.000 dari 36.400 tentara di Jerman setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik Trump.
  • Pentagon membatalkan rencana penempatan rudal Tomahawk di Jerman dan mempertimbangkan pengurangan pasukan di Italia dan Spanyol.
  • Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS-Israel, memengaruhi seperlima pasokan minyak dunia.
  • Uni Emirat Arab mengalami kebakaran di pelabuhan Fujairah akibat serangan rudal dan drone Iran, tetapi Trump menyebutnya insiden kecil.
  • Mantan Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya menyatakan kepercayaan terhadap AS mulai menyusut.
  • Rusia mendapat keuntungan dari lonjakan harga energi, sementara China mengamati pergeseran militer AS dari Indo-Pasifik ke Timur Tengah.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial