
Klarifikasi ini memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti dinamika diplomasi nuklir Timur Tengah.

Iran Tegas Bantah Serahkan Uranium Nuklir Alur cerita dan fakta utama
Iran secara tegas membantah laporan bahwa negara tersebut berencana menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya ke pihak ketiga, termasuk China, di tengah proses negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, yang menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerahkan material nuklir strategisnya kepada negara perantara mana pun. Bantahan ini muncul menyusul spekulasi internasional terkait kemungkinan transfer uranium diperkaya hingga 60% ke China.
Uranium tersebut diketahui masih tersimpan di reruntuhan fasilitas nuklir Iran yang dibom oleh AS dan Israel pada Juni 2025. Meskipun fasilitas rusak, materialnya dinilai tetap bisa dikembangkan menjadi senjata nuklir dalam waktu singkat, sehingga membuat isu ini menjadi sangat sensitif secara geopolitik. Iran juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur maritim krusial bagi perdagangan energi global.
China, sebagai salah satu pihak yang disebut dalam isu ini, menyatakan dukungan terhadap penyelesaian damai melalui diplomasi. Kementerian Luar Negeri China menekankan pentingnya dialog yang mempertimbangkan kekhawatiran semua pihak. Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika keamanan regional di Timur Tengah, di mana isu nuklir, kontrol maritim, dan kepentingan geopolitik besar saling terjalin.
Fakta
- Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, membantah rencana penyerahan uranium diperkaya ke pihak ketiga pada 29 Mei 2026.
- Uranium diperkaya hingga 60% milik Iran disebut masih berada di reruntuhan fasilitas yang dibom AS dan Israel pada Juni 2025.
- Iran menegaskan akan mempertahankan kendali permanen atas Selat Hormuz sebagai jalur strategis perdagangan global.
- China menyatakan dukungan untuk penyelesaian damai isu nuklir Iran melalui diplomasi pada 26 Mei 2026.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





