
Keputusan ini memberi konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti perkembangan diplomasi Timur Tengah pasca-serangan Februari lalu.

Khamenei Tegaskan Uranium Nuklir Tak Boleh Dikirim Keluar Alur cerita dan fakta utama
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan tegas melarang ekspor uranium yang diperkaya dari negara tersebut, memperkeras posisi Teheran dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Keputusan ini muncul setelah serangan udara Februari 2026 oleh AS-Israel ke fasilitas nuklir Iran, yang memicu ketegangan militer lanjutan dengan Israel dan Hizbullah di Lebanon. Dalam sistem pemerintahan Iran, Khamenei memiliki wewenang akhir atas keputusan strategis nasional, termasuk kebijakan nuklir.
Posisi baru Iran ini menandai pergeseran drastis dari tawaran sebelumnya untuk mengirim setengah dari stok uranium diperkaya 60% ke luar negeri. Namun ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan baru membuat Teheran semakin waspada. Pejabat Iran khawatir bahwa pengiriman material nuklir akan membuat mereka lebih rentan terhadap serangan di masa depan.
Negosiasi damai yang dimediasi Pakistan masih terjebak, dengan blokade pelabuhan oleh AS dan kendali Iran atas Selat Hormuz sebagai titik buntu utama. Meski begitu, sumber internal menyebut masih ada opsi seperti pengenceran uranium di bawah pengawasan IAEA. Hingga kini, jumlah pasti stok uranium yang tersisa setelah serangan ke Natanz dan Isfahan belum dikonfirmasi.
Fakta
- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melarang ekspor uranium diperkaya keluar negeri pada 21 Mei 2026.
- Keputusan ini memperkeras posisi Iran terhadap tuntutan utama AS dalam negosiasi damai yang dimediasi Pakistan.
- Serangan udara AS-Israel ke fasilitas nuklir Iran terjadi pada 28 Februari 2026, memicu konflik regional lanjutan.
- Negosiator utama Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan kecurigaan bahwa gencatan senjata adalah jeda taktis sebelum serangan baru dari AS.
- Trump menegaskan AS siap melanjutkan serangan jika Iran tidak setuju pada kesepakatan damai.
- Sumber Iran menyebut opsi pengenceran uranium di bawah pengawasan IAEA sebagai solusi alternatif.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





