Ilustrasi dua pihak duduk berhadapan di meja negosiasi dengan simbol nuklir di latar belakang, mewakili kebuntuan dalam pembicaraan nuklir AS-Iran.
Ilustrasi dua pihak duduk berhadapan di meja negosiasi dengan simbol nuklir di latar belakang, mewakili kebuntuan dalam pembicaraan nuklir AS-Iran.

Perbedaan pendekatan soal pengayaan uranium masih mengganjal, konteks penting bagi rekan yang mengikuti diplomasi Timur Tengah.

Iran: Negosiasi Nuklir dengan AS Masih Sulit Alur cerita dan fakta utama

Negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu, dengan kedua pihak masih berselisih tajam atas isu stok uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa kesepakatan hanya mungkin tercapai jika pendekatannya komprehensif dan menghormati kedaulatan Iran, termasuk hak atas program nuklir strategisnya. Menurutnya, fokus berlebihan pada detail teknis seperti tingkat pengayaan uranium justru menghambat tercapainya kesepahaman politik yang lebih luas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan posisi Washington yang tak berubah: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia menekankan bahwa penyelesaian isu pengayaan uranium dan stok material yang diperkaya tinggi harus menjadi bagian inti dari negosiasi. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan menteri luar negeri NATO di Helsingborg, Swedia, menunjukkan bahwa isu ini tetap menjadi prioritas tinggi dalam kebijakan luar negeri AS.

Upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali perundingan yang sempat terhenti terus berlangsung, dengan Pakistan berperan sebagai mediator. Para pengamat internasional melihat isu pengayaan uranium sebagai salah satu poin paling sensitif dalam proses ini. Meskipun ada upaya mediasi, ketidakpercayaan antara kedua pihak masih tinggi, dan belum ada indikasi bahwa jalan keluar dari kebuntuan ini akan segera muncul.

Fakta

  • Juru Bicara Kemenlu Iran Esmail Baghaei menyatakan negosiasi nuklir dengan AS masih sulit terwujud karena fokus berlebihan pada detail teknis pengayaan uranium.
  • Iran menegaskan program nuklirnya adalah bagian dari kedaulatan negara dan tidak akan menerima tekanan dari pihak asing.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan posisi AS bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
  • Pakistan berperan sebagai mediator dalam upaya menghidupkan kembali negosiasi yang sempat terhenti.
  • Isu stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi menjadi titik perselisihan utama antara Iran dan AS.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial