Ilustrasi dua tangan menyerahkan uang kertas bergambar yuan dan rupiah, dengan latar belakang gedung bank dan grafik pertumbuhan, simbolisasi kebijakan baru BI soal DHE SDA.
Ilustrasi dua tangan menyerahkan uang kertas bergambar yuan dan rupiah, dengan latar belakang gedung bank dan grafik pertumbuhan, simbolisasi kebijakan baru BI soal DHE SDA.

Perubahan ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu ekonomi Indo-China.

Rupiah & Yuan Naik, Dolar Tak Lagi Dominan Alur cerita dan fakta utama

Bank Indonesia (BI) mengumumkan perluasan mata uang yang bisa digunakan dalam penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), tidak lagi terbatas pada dolar AS. Mulai 1 Juni 2026, eksportir bisa menempatkan devisa dalam yuan China, sejalan dengan meningkatnya transaksi bilateral lewat skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini didukung oleh kedalaman pasar valas domestik yang kini memungkinkan transaksi yuan secara langsung di dalam negeri, termasuk spot, swap, dan forward.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai transaksi LCT antara Indonesia dan China telah mencapai lebih dari US$ 25 miliar per tahun, dengan rata-rata bulanan sekitar US$ 3,7 miliar pada 2026. BI juga telah berkolaborasi dengan bank-bank dan bank sentral China untuk memastikan infrastruktur pendukung tersedia. Selain perluasan mata uang, tenor instrumen DHE SDA diperpanjang hingga 12 bulan guna memberi fleksibilitas lebih kepada eksportir.

Bank yang ditunjuk untuk menampung DHE SDA harus memenuhi sejumlah kriteria, termasuk memiliki kerja sama internasional, manajemen risiko yang memadai, dan kapasitas infrastruktur. BI menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan devisa hasil ekspor dimanfaatkan untuk kebutuhan perekonomian nasional sekaligus mendukung dunia usaha. Bank Himbara dan bank swasta berskala besar dengan jaringan internasional menjadi mitra utama pelaksanaan kebijakan ini.

Fakta

  • Mulai 1 Juni 2026, penempatan DHE SDA bisa dilakukan dalam mata uang yuan selain dolar AS.
  • Transaksi LCT Indonesia-China mencapai lebih dari US$ 25 miliar per tahun pada 2025, dengan rata-rata bulanan US$ 3,7 miliar di 2026.
  • BI memperluas tenor instrumen DHE SDA hingga 12 bulan untuk fleksibilitas eksportir.
  • Transaksi yuan kini bisa dilakukan di dalam negeri melalui skema LCT berkat kerja sama BI dengan bank sentral China.
  • Bank yang menampung DHE SDA harus punya kerja sama internasional dan memenuhi kriteria risiko serta infrastruktur dari BI.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial