
Pergerakan IHSG dan rupiah hari ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu pasar keuangan.

IHSG Diprediksi Melemah Lagi Alur cerita dan fakta utama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dengan kisaran 6.307–6.387. Prediksi ini muncul setelah IHSG ditutup anjlok 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24 pada Senin sebelumnya. Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama tekanan, dengan nilai tukar mencapai Rp17.681 per dolar AS—salah satu level terendah yang memicu kekhawatiran terhadap persepsi risiko pasar aset Indonesia.
Analisis teknikal dari Mirae Asset Sekuritas menunjukkan IHSG masih berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI, meski volume perdagangan mulai meningkat. Sinyal negatif dari Stochastics K_D juga mendukung potensi pelemahan lebih lanjut. Di sisi lain, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level support di kisaran 6.307–6.379.
Sentimen global juga masih tertekan oleh dinamika tensi geopolitik antara AS dan Iran, meskipun kedua pihak telah saling mengajukan perubahan proposal untuk mengakhiri konflik. Namun, belum ada kesepakatan diplomatik yang tercapai. Beberapa saam direkomendasikan oleh dua sekuritas utama, termasuk ASII, EMTK, dan INDF dari Mirae Asset, serta ADMR, ARCI, BNBR, INKP, dan XKID dari MNC Sekuritas.
Fakta
- IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.307–6.387 pada 19 Mei 2026.
- Pada 18 Mei 2026, IHSG ditutup turun 124,08 poin (1,85%) ke level 6.599,24.
- Rupiah melemah hingga Rp17.681 per dolar AS, salah satu level terendah yang memicu kekhawatiran pasar.
- Pelemahan IHSG dipicu oleh depresiasi rupiah dan sentimen negatif dari tensi geopolitik AS-Iran.
- Mirae Asset merekomendasikan saham ASII, EMTK, dan INDF; MNC Sekuritas merekomendasikan ADMR, ARCI, BNBR, INKP, dan XKID.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





