Ilustrasi panel webtoon menunjukkan dua tokoh bisnis berjabat tangan di depan proyek pengolahan sampah menjadi listrik, dengan latar belakang pabrik hijau dan simbol energi terbarukan.
Ilustrasi panel webtoon menunjukkan dua tokoh bisnis berjabat tangan di depan proyek pengolahan sampah menjadi listrik, dengan latar belakang pabrik hijau dan simbol energi terbarukan.

Langkah BIPI beralih ke energi hijau memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti transformasi sektor energi di Indonesia.

BIPI Diversifikasi ke Energi Hijau Alur cerita dan fakta utama

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) memperkuat transformasi bisnisnya ke sektor energi hijau dengan memenangkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) gelombang kedua dari Badan Pengelola Investasi Dana Anagatha Nusantara (BPI Danantara). Kemenangan ini menjadi fondasi strategis bagi BIPI untuk mengalihkan 50 persen sumber pendapatan dari batu bara ke segmen non-batu bara dalam tiga tahun ke depan.

Dukungan finansial datang dari peningkatan kepemilikan saham oleh PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), yang kini menguasai 7,06 persen saham BIPI setelah membeli 212,86 juta saham di harga Rp180 per saham, senilai Rp38,3 miliar. Langkah ini menunjukkan komitmen pemegang saham utama, termasuk Humpuss dan Bakrie Grup, terhadap diversifikasi portofolio energi berkelanjutan.

Corporate Secretary BIPI, Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa kemenangan tender dan tambahan modal akan memperkuat portofolio investasi di sektor energi hijau. Proyek WtE ini juga selaras dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Transformasi BIPI mencerminkan tren pergeseran di sektor energi Indonesia, meski tantangan eksekusi dan pendanaan jangka panjang masih perlu diawasi.

Fakta

  • PT Astrindo (BIPI) memenangkan tender proyek Waste-to-Energy (WtE) gelombang kedua dari BPI Danantara pada 25 Mei 2026.
  • PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) meningkatkan kepemilikan saham BIPI dari 6,73% menjadi 7,06% dengan pembelian 212,86 juta saham senilai Rp38,3 miliar.
  • BIPI menargetkan pengalihan 50% sumber pendapatan ke segmen non-batu bara dalam tiga tahun ke depan.
  • Corporate Secretary BIPI, Kurniawan Budiman, menyatakan langkah ini sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio di energi berkelanjutan.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial