Ilustrasi panel webtoon menunjukkan lokasi Mamuju di Sulawesi Barat dengan simbol logam tanah jarang dan fasilitas pengolahan modern, menggambarkan potensi strategis nasional.
Ilustrasi panel webtoon menunjukkan lokasi Mamuju di Sulawesi Barat dengan simbol logam tanah jarang dan fasilitas pengolahan modern, menggambarkan potensi strategis nasional.

Pengembangan teknologi hilirisasi di Mamuju bisa jadi langkah penting bagi teman yang mengikuti perkembangan industri strategis Indonesia.

Harta Karun Teknologi Dunia di Mamuju Alur cerita dan fakta utama

Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan potensi logam tanah jarang (rare earth element/REE) di Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral. Logam ini sangat dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik canggih, dan baterai kendaraan listrik, sehingga menjadi komoditas strategis global. Proyek ini dipimpin oleh Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), BUMN baru di bawah Danantara, yang akan membangun fasilitas pengolahan berbasis teknologi riset dari perguruan tinggi.

Rapat koordinasi di Jakarta pada 12 Mei 2026 melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan pejabat dari Kementerian ESDM. Tujuannya mematangkan rencana hilirisasi yang bisa mengubah bijih mentah menjadi mixed rare earth oxide bernilai ekonomi tinggi. Perminas saat ini sedang menunggu Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM.

Berdasarkan data Badan Geologi, kandungan logam tanah jarang di Mamuju mencapai 4.571 ppm, jauh lebih tinggi dibanding lokasi lain seperti Parmonangan (1.549 ppm). Eksplorasi telah dilakukan sejak 2022 dan terus berlanjut hingga 2024 di sejumlah wilayah strategis. Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dan mitra global untuk mempercepat pengembangan industri hilir, agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam rantai pasok global logam tanah jarang.

Fakta

  • Pemerintah mengembangkan proyek hilirisasi logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat, setelah rapat di BP BUMN pada 12 Mei 2026.
  • Kandungan logam tanah jarang di Mamuju mencapai 4.571 ppm, berdasarkan data eksplorasi Badan Geologi Kementerian ESDM.
  • Perminas, BUMN di bawah Danantara, akan membangun fasilitas downstreaming sebagai pilot project teknologi pengolahan berbasis riset kampus.
  • Proyek ini bertujuan mengolah ore menjadi mixed rare earth oxide untuk menarik investasi global dan mengurangi ketergantungan teknologi.
  • Perminas sedang menunggu penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM untuk memulai operasi.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial