Ilustrasi hujan meteor Eta Aquariids di langit malam Indonesia, dengan lintasan cahaya dari arah konstelasi Aquarius
Ilustrasi hujan meteor Eta Aquariids di langit malam Indonesia, dengan lintasan cahaya dari arah konstelasi Aquarius

Fenomena ini menawarkan konteks langka untuk teman yang tertarik melihat jejak cahaya dari komet legendaris.

Hujan Meteor dari Debu Komet Halley Alur cerita dan fakta utama

Hujan meteor Eta Aquariids akan kembali muncul pada Mei 2026, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada malam 5 hingga 6 Mei. Fenomena tahunan ini terjadi saat Bumi melintasi sisa debu Komet 1P/Halley, yang hanya mendekati Bumi setiap 76 tahun sekali. Meski kometnya sendiri tidak terlihat hingga 2061, partikel yang ditinggalkannya di orbit Bumi terbakar saat memasuki atmosfer, menciptakan kilatan cahaya yang terlihat dari berbagai belahan dunia.

Bagi pengamat di wilayah tropis seperti Indonesia, Eta Aquariids menawarkan tampilan yang lebih spektakuler dibandingkan di belahan bumi utara. Hal ini karena posisi konstelasi Aquarius berada lebih tinggi di langit, memungkinkan lebih banyak meteor terlihat. Intensitas puncak diperkirakan mencapai 40–50 meteor per jam di bawah kondisi langit ideal, terutama antara pukul 03.00 WIB hingga fajar.

Meteor Eta Aquariids dikenal karena kecepatannya yang sangat tinggi—sekitar 66 kilometer per detik—yang sering menciptakan jejak gas bercahaya (persistent trains) yang bertahan beberapa detik hingga satu menit. Untuk pengamatan optimal, disarankan memilih lokasi gelap jauh dari polusi cahaya, tanpa peralatan khusus. Mata telanjang justru lebih efektif karena memberi sudut pandang lebih luas. Cuaca dan kejernihan langit tetap menjadi faktor penentu utama keberhasilan pengamatan.

Fakta

  • Puncak hujan meteor Eta Aquariids diperkirakan terjadi pada malam 5 hingga 6 Mei 2026.
  • Intensitas mencapai 40–50 meteor per jam di bawah langit gelap dan jernih.
  • Meteor berasal dari sisa debu Komet Halley yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan 66 km/detik.
  • Waktu terbaik mengamati adalah antara pukul 03.00 WIB hingga fajar.
  • Tidak diperlukan teleskop; pengamatan paling efektif dengan mata telanjang.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial