
Fenomena langit ini bisa diamati tanpa alat khusus jika cuaca mendukung. Kalau ada teman atau keluarga yang suka melihat langit malam, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Hujan Meteor Eta Lyrids Muncul di Mei 2026 Alur cerita dan fakta utama
Hujan meteor Eta Lyrids akan aktif pada awal hingga pertengahan Mei 2026, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 9 Mei sekitar pukul 04.00 WIB. Fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, tanpa bantuan teleskop atau alat khusus. Titik radian meteor muncul dari rasi Lyra, dekat bintang Eta Lyrae, dan dapat terlihat sejak pukul 22.18 WIB hingga fajar.
Sumber hujan meteor ini adalah partikel sisa komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock) yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar pada ketinggian 70–100 kilometer. Meski kecepatan hujan meteor tergolong rendah dengan sekitar 3 meteor per jam dalam kondisi ideal, dari wilayah perkotaan seperti Jakarta jumlah yang terlihat diperkirakan sekitar 1 meteor per jam karena pengaruh polusi cahaya dan posisi radian.
Untuk pengamatan optimal, disarankan memilih lokasi gelap jauh dari cahaya kota, menghadap ke arah 30–40 derajat dari rasi Lyra, dan melakukan pengamatan sekitar pukul 04.00 WIB. Cuaca cerah tanpa tutupan awan menjadi faktor penentu utama keberhasilan pengamatan.
Fakta
- Hujan meteor Eta Lyrids aktif dari 3 hingga 14 Mei 2026.
- Puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 9 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
- Titik radian muncul dari rasi Lyra dekat bintang Eta Lyrae.
- Sumber meteor adalah partikel sisa komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock).
- Kecepatan hujan meteor sekitar 3 meteor per jam dalam kondisi ideal (ZHR), namun dari Jakarta diperkirakan 1 meteor per jam.
- Pengamatan terbaik dilakukan di lokasi gelap tanpa polusi cahaya sekitar pukul 04.00 WIB.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





