
Fenomena langit dari jejak komet Halley masih bisa diamati beberapa pekan ke depan. Bagi teman atau rekan yang penasaran dengan astronomi, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Hujan Meteor Eta Aquarid Masih Bisa Dilihat Alur cerita dan fakta utama
Hujan meteor Eta Aquarid, fenomena tahunan yang berasal dari sisa jejak Komet Halley, baru melewati puncaknya pada 6 Mei 2026. Namun, masyarakat di Indonesia masih memiliki kesempatan untuk mengamati sisa-sisa meteor hingga 27 Mei mendatang. Meski intensitasnya menurun, fenomena ini tetap menarik karena meteor bergerak sangat cepat—hingga 66 kilometer per detik—dan sering meninggalkan jejak cahaya panjang di atmosfer.
Komet Halley sendiri hanya mendekati Bumi setiap 76 tahun sekali, tetapi debu dan material yang ditinggalkannya tetap berada di orbit Bumi. Saat Bumi melewati jalur tersebut, partikel-partikel kecil terbakar saat memasuki atmosfer, menciptakan cahaya yang terlihat sebagai bintang jatuh. Titik radian meteor ini berada di rasi bintang Aquarius, yang mulai terlihat sekitar pukul 02.00 WIB dari arah timur.
Pada masa pasca-puncak, jumlah meteor yang terlihat berkisar antara 10 hingga 20 per jam. Walaupun lebih jarang, kecepatan dan jejak cahaya yang dihasilkan membuat pengamatan tetap menarik, terutama bagi penggemar astronomi dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan fenomena alam langka ini secara langsung.
Fakta
- Puncak hujan meteor Eta Aquarid terjadi pada 6 Mei 2026.
- Sisa meteor masih bisa diamati hingga 27 Mei 2026 dengan intensitas 10–20 meteor per jam.
- Meteor berasal dari jejak Komet Halley yang melintas setiap 76 tahun.
- Kecepatan meteor mencapai 66 kilometer per detik dan meninggalkan jejak cahaya panjang.
- Titik radian berada di rasi bintang Aquarius, terlihat sekitar pukul 02.00 WIB dari arah timur.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





