
Pantulan cahaya Bumi ke Bulan ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti momen astronomi langka.

Bulan Sabit dengan Kilau Hantu Bumi Alur cerita dan fakta utama
Pada 12–13 Mei 2026, fenomena astronomi bernama earthshine akan terlihat di langit subuh. Saat Bulan berada dalam fase sabit tipis, sisi gelapnya tetap tampak bercahaya redup karena cahaya Matahari memantul dari permukaan Bumi ke Bulan, lalu kembali ke pengamat di Bumi. Fenomena ini dikenal juga sebagai 'Da Vinci Glow' karena Leonardo da Vinci adalah ilmuwan pertama yang menjelaskannya pada abad ke-16.
Intensitas earthshine tidak selalu sama sepanjang tahun. Puncak kecerahannya terjadi antara April hingga Juni di belahan bumi utara, ketika posisi Bumi miring ke arah Matahari dan permukaan es serta salju di lintang tinggi memantulkan lebih banyak cahaya dibandingkan vegetasi atau air. Kondisi ini membuat Bumi tampak sangat terang dari Bulan, seperti fase purnama, sehingga menerangi lanskap lunar yang sedang mengalami malam.
Planet Bumi jauh lebih reflektif dibandingkan Bulan yang permukaannya gelap seperti aspal. Inilah yang memungkinkan cahaya pantulan dari Bumi cukup kuat untuk menerangi sisi malam Bulan. Fenomena ini menunjukkan interaksi halus antara tiga benda langit: Matahari, Bumi, dan Bulan—dan bisa diamati dengan mata telanjang saat langit cukup gelap dan bebas awan.
Fakta
- Fenomena earthshine akan terlihat pada 12–13 Mei 2026 saat Bulan berada dalam fase sabit tipis.
- Earthshine terjadi ketika cahaya Matahari memantul dari Bumi ke Bulan dan kembali ke pengamat di Bumi.
- Fenomena ini juga dikenal sebagai 'Da Vinci Glow' karena pertama kali dijelaskan oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16.
- Puncak kecerahan earthshine terjadi antara April hingga Juni saat es dan salju di belahan bumi utara memantulkan lebih banyak cahaya.
- Bumi lebih reflektif dibanding Bulan, sehingga mampu menerangi sisi malam Bulan dengan cahaya pantulan.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





