Gambar resolusi tinggi Hajar Aswad menunjukkan permukaan batu dengan warna merah kecokelatan, retakan halus, dan bingkai perak yang mengelilinginya.
Gambar resolusi tinggi Hajar Aswad menunjukkan permukaan batu dengan warna merah kecokelatan, retakan halus, dan bingkai perak yang mengelilinginya.

Warna asli Hajar Aswad yang terungkap lewat teknologi canggir ini memberi konteks baru untuk teman yang mengikuti perpaduan spiritualitas dan sains.

Hajar Aswad dalam Foto Super Detail Alur cerita dan fakta utama

Pemerintah Arab Saudi merilis foto resolusi super tinggi dari Hajar Aswad, batu suci yang berada di sudut Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Gambar tersebut dihasilkan dari teknologi fotografi panoramik dan focus stacking yang menggabungkan 1.050 foto menjadi satu citra beresolusi sekitar 49.000 megapiksel. Ini memungkinkan publik melihat detail tekstur, retakan, dan warna asli Hajar Aswad yang selama ini terhalang jarak dan kerumunan jamaah.

Dalam foto tersebut, Hajar Aswad terlihat berwarna merah kecokelatan dengan bagian hitam pekat, bertolak belakang dari persepsi umum bahwa batu ini sepenuhnya hitam. Peneliti studi Islam dari University of Oxford, Afifi Al-Akiti, menyebut bahwa hasil foto ini memungkinkan umat melihat Hajar Aswad seolah-olah secara langsung, meski secara virtual. Proyek ini dianggap sebagai perpaduan antara teknologi modern dan nilai spiritual Islam.

Hajar Aswad diyakini dalam tradisi Islam berasal dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh Malaikat Jibril. Umat Islam meyakini batu ini awalnya berwarna putih dan berubah warna karena menyerap dosa manusia. Dalam praktik ibadah, jamaah haji dan umrah memulai tawaf dari arah batu ini, meski karena keramaian, kebanyakan hanya melambaikan tangan tanpa menyentuh langsung.

Sementara itu, sejumlah ilmuwan menduga Hajar Aswad mungkin merupakan meteorit karena karakteristik fisiknya. Namun asal-usul pastinya tetap menjadi bagian dari keyakinan dan sejarah panjang umat Islam. Foto ini menjadi viral dan memicu kekaguman global atas upaya melestarikan dan membagikan makna spiritual melalui teknologi.

Fakta

  • Pemerintah Arab Saudi merilis foto Hajar Aswad dengan resolusi sekitar 49.000 megapiksel menggunakan teknologi focus stacking dan fotografi panoramik.
  • Foto tersebut menggabungkan 1.050 gambar dan diproses selama lebih dari 50 jam setelah pengambilan selama tujuh jam di sekitar Ka'bah.
  • Warna asli Hajar Aswad dalam foto terlihat merah kecokelatan dengan bagian hitam pekat, bukan hitam sepenuhnya seperti yang selama ini diasumsikan.
  • Hajar Aswad diyakini berasal dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh Malaikat Jibril, menurut riwayat Islam.
  • Beberapa ilmuwan menduga Hajar Aswad kemungkinan merupakan meteorit berdasarkan karakteristik fisiknya.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial