Ilustrasi gurita raksasa purba dengan tubuh transparan dan lengan panjang di dasar laut zaman Kapur, berdampingan dengan fosil rahang berbentuk paruh.
Ilustrasi gurita raksasa purba dengan tubuh transparan dan lengan panjang di dasar laut zaman Kapur, berdampingan dengan fosil rahang berbentuk paruh.

Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang penasaran dengan kehidupan laut purba dan misteri kraken.

Gurita Raksasa Mirip Kraken Pernah Menghuni Lautan Alur cerita dan fakta utama

Penelitian terbaru mengungkap bahwa lautan pada masa dinosaurus pernah dihuni oleh gurita raksasa berukuran luar biasa, mirip makhluk legendaris kraken. Fosil rahang cephalopoda purba yang ditemukan di Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada, menjadi dasar temuan ini. Spesimen yang dianalisis berasal dari Periode Kapur Akhir, sekitar 72 hingga 100 juta tahun lalu, saat dinosaurus masih mendominasi daratan.

Karena tubuh cephalopoda kebanyakan terdiri dari jaringan lunak, fosilnya jarang ditemukan utuh. Ilmuwan dari Universitas Hokkaido, Jepang, Yasuhinro Iba, menjelaskan bahwa hanya bagian keras seperti rahang yang biasanya terfosilisasi. Tim peneliti menganalisis 15 fosil rahang dan menemukan 12 tambahan tersembunyi dalam batuan, menggunakan teknik pengikisan bertahap dan pemodelan digital berbasis AI untuk merekonstruksi bentuknya.

Analisis menunjukkan bahwa 27 spesimen yang sebelumnya dikira berasal dari lima spesies berbeda ternyata hanya dua spesies: Nanaimoteuthis jeletzkyi dan Nanaimoteuthis haggarti. Rahang N. haggarti seukuran jeruk bali, 50% lebih besar dari cumi-cumi raksasa modern. Dari ukuran rahang tersebut, panjang tubuh saat membentangkan lengan diperkirakan mencapai 7–19 meter, menjadikannya salah satu invertebrata terbesar sepanjang sejarah Bumi.

Fakta

  • Fosil rahang cephalopoda purba ditemukan di Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada.
  • Spesies Nanaimoteuthis haggarti diperkirakan memiliki panjang lengan 7 hingga 19 meter.
  • Temuan dipublikasikan dalam jurnal Science pada 23 April 2026.
  • Rahang N. haggarti 50% lebih besar dari cumi-cumi raksasa modern.
  • Fosil berasal dari Periode Kapur Akhir, sekitar 72–100 juta tahun lalu.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial