Ilustrasi langit malam dengan bulan purnama besar dan lintasan meteor bersinar terang di atas hamparan bumi, simbol fenomena astronomi 2026
Ilustrasi langit malam dengan bulan purnama besar dan lintasan meteor bersinar terang di atas hamparan bumi, simbol fenomena astronomi 2026

Peristiwa langka seperti Blue Moon dan puncak Geminids memberi konteks ringan untuk teman yang gemar mengamati langit malam.

Langit 2026 Dipenuhi Bulan Biru dan Hujan Meteor Alur cerita dan fakta utama

Tahun 2026 akan menjadi tahun yang istimewa bagi pencinta astronomi, dengan fenomena langit yang lebih sering terjadi dibanding biasanya. Masyarakat dapat menyaksikan 13 kali bulan purnama, termasuk peristiwa langka Blue Moon yang terjadi pada 31 Mei, yaitu bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Fenomena ini hanya terjadi sekitar sekali setiap 2,5 tahun. Selain itu, dua supermoon akan terjadi pada November dan Desember, dengan supermoon Desember menjadi yang paling dekat ke Bumi sepanjang tahun, berjarak sekitar 356.740 kilometer.

Pengamat langit juga dapat menantikan rangkaian hujan meteor, termasuk Southern Delta Aquariids, Perseids, Orionids, hingga Geminids. Menurut Robert Lunsford dari American Meteor Society, Perseids dan Geminids diprediksi menjadi hujan meteor terbaik tahun ini. Perseids akan mencapai puncak pada 12-13 Agustus tanpa gangguan cahaya bulan, memudahkan pengamatan. Geminids sebelumnya mencatat laju hingga 135 meteor per jam pada 2025, dan diperkirakan akan serupa pada 2026.

Jadwal bulan purnama dan hujan meteor tersedia melalui referensi seperti EarthSky dan Farmers' Almanac. Meski tidak ada temuan ilmiah baru, rangkaian peristiwa ini memberi peluang besar bagi masyarakat umum untuk mengamati langit malam dengan lebih intens. Tidak ada ancaman terkait fenomena ini, namun kondisi cuaca dan lokasi pengamatan tetap memengaruhi kualitas pandangan.

Fakta

  • Tahun 2026 memiliki 13 bulan purnama, termasuk Blue Moon pada 31 Mei.
  • Supermoon Desember 2026 akan berada pada jarak terdekat ke Bumi tahun ini, sekitar 356.740 km.
  • Hujan meteor Perseids dan Geminids diprediksi menjadi yang terbaik tahun ini menurut American Meteor Society.
  • Puncak Perseids terjadi 12-13 Agustus tanpa gangguan cahaya bulan, memudahkan pengamatan.
  • Geminids mencapai puncak 13-14 Desember dengan laju hingga 135 meteor per jam diprediksi terulang dari 2025.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial