
Keamanan data nasabah tetap terjaga menurut BNI, konteks penting bagi rekan yang mengikuti isu siber perbankan.

BNI Bantah Isu Kebocoran Data Nasabah Alur cerita dan fakta utama
Isu kebocoran data nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI beredar di media sosial, memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan sistem perbankan digital. BNI langsung merespons dengan investigasi menyeluruh yang melibatkan tim IT Security untuk memastikan integritas sistem. Pihak bank menegaskan tidak menemukan indikasi adanya pengambilan atau pemindahan data nasabah secara tidak sah.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa seluruh layanan perbankan tetap beroperasi normal melalui aplikasi wondr by BNI, ATM, dan kantor cabang. BNI juga memperkuat komitmen perlindungan data sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta terus meningkatkan infrastruktur digital dan sistem keamanan secara berkala.
Nasabah diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan hanya merujuk pada kanal resmi BNI seperti www.bni.co.id, media sosial @BNI46, atau layanan BNI Call 1500046. BNI juga mengimbau nasabah untuk secara berkala mengganti password transaksi dan PIN demi menjaga keamanan akun.
Fakta
- BNI membantah isu kebocoran data nasabah yang beredar di media sosial pada 22 Mei 2026.
- Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan tidak ditemukan indikasi pengambilan atau pemindahan data nasabah secara ilegal.
- Tim IT Security BNI telah melakukan investigasi menyeluruh dan pemantauan ketat terhadap sistem keamanan.
- Layanan perbankan BNI tetap beroperasi normal melalui aplikasi wondr by BNI, ATM, dan kantor cabang.
- BNI mengimbau nasabah hanya merujuk pada kanal resmi dan mengganti password serta PIN secara berkala.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





