Ilustrasi simulasi alam semesta HyperMillennium menunjukkan jaringan galaksi besar dalam kubus 12 miliar tahun cahaya, dihasilkan oleh superkomputer China.
Ilustrasi simulasi alam semesta HyperMillennium menunjukkan jaringan galaksi besar dalam kubus 12 miliar tahun cahaya, dihasilkan oleh superkomputer China.

Simulasi ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik pada evolusi alam semesta dan peran materi gelap.

Simulasi Alam Semesta Terbesar Dibuat Alur cerita dan fakta utama

Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh ilmuwan China telah merilis simulasi kosmologis terbesar yang pernah dibuat, bernama HyperMillennium. Simulasi ini mencakup volume alam semesta sejauh 12 miliar tahun cahaya dan menggunakan 4,2 triliun partikel materi gelap virtual, menjadikannya alat digital paling canggih untuk meneliti evolusi struktur besar alam semesta. Dibangun di superkomputer domestik China dengan perangkat lunak khusus PhotoNs, proyek ini memakan lebih dari 100 juta jam CPU dan menghasilkan 13 petabyte data.

HyperMillennium menggunakan teknik simulasi N-body untuk merekonstruksi evolusi alam semesta selama 10 miliar tahun, dari kondisi awal setelah Big Bang hingga terbentuknya galaksi dan gugus galaksi. Dengan menambahkan model fisika pembentukan galaksi, simulasi ini menghasilkan katalog detail posisi, kecerahan, dan ciri galaksi yang bisa dibandingkan langsung dengan pengamatan teleskop nyata.

Salah satu uji kunci dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi terhadap gugus galaksi Abell 2744 yang berjarak empat miliar tahun cahaya dari Bumi. Kesesuaian hingga tingkat piksel menunjukkan bahwa model kosmologi standar masih kuat bahkan di lingkungan ekstrem. Data awal simulasi telah dibuka untuk komunitas ilmiah global melalui National Astronomical Data Center.

Fakta

  • Tim internasional pimpinan China merilis simulasi kosmologis terbesar bernama HyperMillennium pada April 2026.
  • Simulasi mencakup kubus 12 miliar tahun cahaya dan menggunakan 4,2 triliun partikel materi gelap virtual.
  • HyperMillennium dibuat dengan superkomputer China menggunakan perangkat lunak PhotoNs dan menghasilkan 13 petabyte data.
  • Simulasi berhasil merekonstruksi evolusi struktur besar alam semesta selama 10 miliar tahun dengan teknik N-body.
  • Hasil simulasi cocok dengan pengamatan nyata gugus galaksi Abell 2744 hingga tingkat piksel.
  • Data awal telah dirilis ke komunitas ilmiah global melalui National Astronomical Data Center.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial