Ilustrasi suasana Idul Adha di Gaza dengan latar belakang ledakan dan asap dari serangan udara Israel.
Ilustrasi suasana Idul Adha di Gaza dengan latar belakang ledakan dan asap dari serangan udara Israel.

Perayaan Idul Adha yang damai kontras dengan situasi di Gaza, memberi konteks penting bagi rekan yang mengikuti perkembangan krisis kemanusiaan di sana.

Idul Adha tak hentikan serangan Israel di Gaza Alur cerita dan fakta utama

Perayaan Idul Adha pada 28 Mei 2026 tidak menghentikan serangan militer Israel di Jalur Gaza. Di hari kedua perayaan, drone Israel menyerang lingkungan Zeitoun di selatan Kota Gaza, menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Serangan terjadi dekat Masjid Imam al-Shafi’i, dengan korban dievakuasi ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli. Di hari yang sama, artileri Israel menggempur kawasan persimpangan Sanafour di Tuffah, bagian timur Kota Gaza.

Sehari sebelumnya, serangan udara menghantam sebuah rumah di dekat Menara al-Israa di Jalan Omar al-Mukhtar, menewaskan 10 warga, termasuk dua anak perempuan dan dua perempuan dewasa, serta melukai 18 orang lainnya. Menurut Kantor Media Gaza, lebih dari tujuh bulan sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, setidaknya 910 warga Palestina tewas dan 2.747 terluka akibat pelanggaran gencatan senjata yang terjadi hampir setiap hari.

Total korban sejak konflik Gaza dimulai Oktober 2023 kini dilaporkan melebihi 72.000 jiwa, dengan lebih dari 172.000 orang terluka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Meski Idul Adha identik dengan pengorbanan dan kedamaian, warga Gaza tetap menghadapi ledakan, asap, dan ancaman serangan yang belum berakhir.

Fakta

  • Pada 28 Mei 2026, drone Israel menyerang lingkungan Zeitoun di Gaza, menewaskan satu warga dan melukai beberapa lainnya.
  • Artileri Israel menggempur kawasan Sanafour di Tuffah, timur Kota Gaza, pada hari yang sama.
  • Serangan udara sehari sebelumnya di dekat Menara al-Israa menewaskan 10 warga Palestina, termasuk dua anak perempuan dan dua perempuan dewasa.
  • Lebih dari tujuh bulan setelah gencatan senjata diumumkan, setidaknya 910 warga Palestina tewas dan 2.747 terluka akibat pelanggaran harian.
  • Total korban sejak Oktober 2023 dilaporkan melebihi 72.000 jiwa, dengan lebih dari 172.000 orang terluka.
  • Mayoritas korban dalam konflik Gaza adalah perempuan dan anak-anak.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial