Ilustrasi webtoon berita: ledakan di kawasan perkotaan Beirut dengan pesawat tempur di langit, menandai serangan Israel yang menewaskan komandan Hizbullah.
Ilustrasi webtoon berita: ledakan di kawasan perkotaan Beirut dengan pesawat tempur di langit, menandai serangan Israel yang menewaskan komandan Hizbullah.

Kematian komandan Hizbullah ini bisa memengaruhi dinamika konflik di selatan Lebanon. Kalau ada teman yang mengikuti perkembangan Timur Tengah, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Komandan Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel Alur cerita dan fakta utama

Seorang komandan senior Hizbullah dari pasukan elit Radwan, Malek Ballout, tewas dalam serangan udara Israel di selatan Beirut pada 6 Mei 2026. Serangan ini merupakan yang pertama di wilayah tersebut dalam hampir satu bulan, menyusul periode relatif tenang sejak gencatan senjata sebagian mulai berlaku pada 17 April. Pasukan Radwan dikenal sebagai unit tempur khusus Hizbullah yang sangat terlatih dan sering terlibat dalam operasi lintas batas.

Kantor berita Lebanon, National News Agency, melaporkan serangan menargetkan kawasan Ghobeiri, basis kuat Hizbullah di pinggiran selatan ibu kota. Jurnalis AFP mencatat asap tebal membumbung dari lokasi serangan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi militer menargetkan komandan pasukan Radwan, meskipun tidak menyebut nama secara langsung.

Serangan terjadi saat Presiden AS Donald Trump menyatakan ada 'peluang yang sangat baik' untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Hizbullah, sekutu dekat Iran, memulai konflik dengan menyerang Israel pada 2 Maret 2026 sebagai bentuk dukungan. Sejak itu, lebih dari 2.700 orang tewas di Lebanon akibat serangan Israel, dan lebih dari satu juta orang mengungsi dari selatan, timur Lebanon, serta pinggiran selatan Beirut. Meski gencatan senjata diberlakukan, Israel terus melakukan serangan terbatas, dan Hizbullah membalasnya.

Fakta

  • Komandan senior Hizbullah dari pasukan Radwan, Malek Ballout, tewas dalam serangan udara Israel di Ghobeiri, selatan Beirut, pada 6 Mei 2026.
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan menargetkan komandan pasukan Radwan Hizbullah.
  • Serangan ini merupakan yang pertama di selatan Beirut dalam hampir satu bulan, setelah periode relatif tenang sejak 8 April.
  • Lebih dari 2.700 orang tewas di Lebanon dan lebih dari satu juta orang mengungsi sejak konflik meningkat pada 2 Maret 2026.
  • Serangan terjadi di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang 'peluang sangat baik' untuk kesepakatan damai dengan Iran.
  • Gencatan senjata parsial mulai berlaku pada 17 April, tetapi Israel terus melakukan serangan terbatas dan Hizbullah membalasnya.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial