
Serangan besar ini memberi konteks penting untuk rekan atau teman yang mengikuti perkembangan konflik Ukraina.

Serangan Drone Massal Rusia ke Ukraina Alur cerita dan fakta utama
Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada 2 Juni 2026, mengerahkan 656 drone dan 73 rudal, termasuk delapan rudal hipersonik Zircon—jumlah terbesar sejak perang dimulai. Angkatan Udara Ukraina menyatakan berhasil menjatuhkan atau melumpuhkan 602 drone dan 40 rudal, tetapi serangan tetap menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Serangan terjadi di sejumlah kota utama, termasuk Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv. Di Kyiv, satu rudal menghantam gedung apartemen 24 lantai hingga roboh, menyebabkan warga terjebak di bawah reruntuhan. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan empat tewas dan 65 luka-luka di wilayahnya. Di Dnipro, gubernur setempat Oleksandr Hanzha mencatat tujuh tewas dan 36 luka-luka.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan ditargetkan pada fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan senjata presisi jarak jauh. Namun, kerusakan terlihat juga di permukiman warga, taman bermain, dan kendaraan. Serangan ini menunjukkan eskalasi dalam taktik militer Rusia, terutama dalam penggunaan drone skala besar dan rudal hipersonik yang sulit dicegat.
Fakta
- Rusia meluncurkan 656 drone dan 73 rudal ke Ukraina pada 2 Juni 2026.
- Delapan rudal hipersonik Zircon digunakan, klaim sebagai pengerahan terbesar selama perang.
- 11 orang tewas dan lebih dari 100 terluka di Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv.
- Ukraina berhasil jatuhkan 602 drone dan 40 rudal dalam serangan tersebut.
- Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan gedung apartemen 24 lantai roboh akibat serangan.
- Kementerian Pertahanan Rusia menyebut target serangan adalah fasilitas industri pertahanan Ukraina.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





