
Kemajuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti upaya daerah kelola sampah secara mandiri.

Proyek Sampah Rp1,2 Triliun Tunggu Lahan Alur cerita dan fakta utama
Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mengejar pembebasan lahan seluas 2,5 hektare di kawasan Cipecang sebagai syarat utama dimulainya proyek pengolahan sampah senilai Rp1,2 triliun. Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyatakan bahwa proses penganggaran sudah selesai melalui pergeseran anggaran, sehingga fokus kini bergeser ke penyelesaian pembebasan lahan milik warga. Pemerintah menargetkan proses ini rampung paling lambat pada Juni 2026 agar groundbreaking bisa dilakukan pada akhir tahun.
Fasilitas pengolahan sampah ini dirancang untuk menangani antara 1.000 hingga 1.200 ton sampah per hari, membantu mengurangi ketergantungan Tangsel pada lokasi pembuangan luar daerah. Selain mengelola sampah harian, proyek ini juga diharapkan bisa mengurai timbunan sampah yang selama ini menumpuk di Cipecang. Pemerintah optimistis proyek bisa segera dimulai karena investor dari pihak Danantara sudah tersedia.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Tangsel untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Keberhasilan pembangunan fasilitas ini akan sangat bergantung pada kecepatan penyelesaian pembebasan lahan. Jika target tercapai, Tangsel bisa menjadi contoh kota kecil yang serius mengatasi persoalan sampah secara lokal.
Fakta
- Pemkot Tangsel menargetkan pembebasan lahan 2,5 hektare di Cipecang selesai paling lambat Juni 2026.
- Proyek pengolahan sampah senilai Rp1,2 triliun ditargetkan mampu menangani 1.000–1.200 ton sampah per hari.
- Investor dari Danantara sudah tersedia, dan groundbreaking ditargetkan akhir 2026 jika lahan selesai dibebaskan.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





