
Perlintasan asteroid ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti isu astronomi dan pertahanan planet.

Asteroid seukuran paus lewat dekat Bumi Alur cerita dan fakta utama
Pada 19 Mei 2026, asteroid 2026 JH2 akan melintas sekitar 91.000 kilometer dari Bumi—jarak yang sangat dekat dalam skala astronomi, meski tidak membahayakan. Objek berukuran 15 hingga 35 meter ini pertama kali terdeteksi pada 10 Mei 2026 melalui Mount Lemmon Survey di Arizona dan diklasifikasikan sebagai Near-Earth Object (NEO) tipe Apollo, yang orbitnya memotong jalur Bumi.
NASA melalui JPL Asteroid Watch memastikan lintasan asteroid aman dan probabilitas tabrakan adalah nol persen. Kejadian ini justru menjadi peluang ilmiah besar: teleskop di Bumi bisa mengamati komposisi mineral asteroid dengan resolusi tinggi tanpa perlu misi antariksa mahal.
Keberhasilan deteksi awal ini menunjukkan kemajuan sistem pertahanan planet, termasuk teknologi seperti misi DART 2022 yang membuktikan asteroid bisa dialihkan. Masyarakat bisa menyaksikan peristiwa ini lewat siaran langsung Virtual Telescope Project atau aplikasi astronomi yang memperbarui posisi objek secara real-time.
Fakta
- Asteroid 2026 JH2 diperkirakan melintas 91.000 km dari Bumi pada 19 Mei 2026.
- Ukurannya antara 15 hingga 35 meter, setara dengan paus biru, dan bergerak lebih dari 32.000 km/jam.
- Terdeteksi pertama kali pada 10 Mei 2026 oleh Mount Lemmon Survey di Arizona.
- NASA menyatakan probabilitas tabrakan adalah nol persen.
- Termasuk kategori NEO tipe Apollo, yang orbitnya memotong jalur Bumi.
- Virtual Telescope Project akan menyiarkan langsung peristiwa tersebut.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





