Ilustrasi asteroid kecil melintas dekat Bumi di malam hari, dengan Bumi dan Bulan terlihat dalam jarak dekat, latar belakang bintang-bintang.
Ilustrasi asteroid kecil melintas dekat Bumi di malam hari, dengan Bumi dan Bulan terlihat dalam jarak dekat, latar belakang bintang-bintang.

Lintasan dekat asteroid kecil ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik melihat langit malam ini.

Asteroid kecil lintasi dekat Bumi Alur cerita dan fakta utama

Asteroid 2026 JH2, dengan lebar antara 15 hingga 35 meter, diperkirakan akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 19 Mei 2026 sekitar pukul 04.23 WIB. Jarak terdekatnya hanya sekitar 90.000 kilometer dari permukaan Bumi—lebih dekat daripada satelit komunikasi yang mengorbit di ketinggian 36.000 km. Meski tergolong objek dekat-Bumi (Near-Earth Object/NEO), para astronom dari NASA dan observatorium Mount Lemmon di Arizona memastikan lintasan asteroid ini tidak berisiko menabrak Bumi.

Asteroid ini pertama kali terdeteksi pada 10 Mei 2026 dan diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo, kelompok yang orbitnya memotong lintasan Bumi. Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop 60 inci di Mount Lemmon Survey, dan data selanjutnya dianalisis oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA untuk menentukan orbitnya. Pada puncak lintasannya, asteroid juga akan melewati wilayah dekat Bulan sekitar tiga jam sebelum mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Meskipun aman dari tabrakan langsung, NASA mencatat bahwa kehadiran objek besar di dekat Bumi bisa meningkatkan peluang masuknya benda luar angkasa lebih kecil ke atmosfer. Namun, kemungkinan ini sangat kecil dan benda yang masuk umumnya langsung terbakar habis tanpa mencapai permukaan. Masyarakat yang ingin mengamati lintasan asteroid dapat melakukannya dengan teleskop amatir, terutama di lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.

Fakta

  • Asteroid 2026 JH2 akan melintas dekat Bumi pada 19 Mei 2026 pukul 04.23 WIB.
  • Jarak terdekat asteroid ke Bumi diperkirakan hanya 90.000 kilometer.
  • Ukuran asteroid diperkirakan antara 15 hingga 35 meter, berdasarkan analisis Jet Propulsion Laboratory NASA.
  • Asteroid ini pertama kali terdeteksi pada 10 Mei 2026 oleh Mount Lemmon Survey di Arizona, AS.
  • Objek diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo setelah orbitnya ditentukan pada 12 Mei 2026.
  • NASA menyatakan lintasan aman dari tabrakan, tapi bisa diamati dengan teleskop amatir.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial