
Perlintasan asteroid ini memberi konteks ringan untuk teman yang penasaran dengan langit malam dan keamanan Bumi.

Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi Alur cerita dan fakta utama
Asteroid 2026 JH2, objek luar angkasa seukuran gedung, akan melintas sangat dekat dengan Bumi dalam jarak sekitar 90.000 kilometer pada Senin mendatang. Jarak ini lebih dekat daripada posisi Bulan terhadap Bumi, namun para ilmuwan dari NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan sama sekali. Objek ini termasuk dalam kategori asteroid kelas Apollo, yang orbitnya memotong lintasan Bumi saat mengelilingi Matahari.
Asteroid tersebut baru terdeteksi beberapa hari sebelum lintasannya, berkat pengamatan dari lima observatorium internasional termasuk Observatorium Farpoint di Kansas dan Mount Lemmon di Arizona. Dengan diameter antara 50 hingga 100 kaki, asteroid ini tergolong kecil namun tetap menarik bagi penelitian astronomi. Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA terus memperbarui data lintasannya berdasarkan 24 kali pelacakan dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat bisa menyaksikan peristiwa langka ini secara daring melalui siaran langsung Virtual Telescope Project yang dijadwalkan mulai Senin pukul 17.45 waktu timur. Kejadian ini menunjukkan efektivitas sistem deteksi dini asteroid global, yang penting untuk pemantauan keamanan planet jangka panjang.
Fakta
- Asteroid 2026 JH2 akan melintas sekitar 90.000 km dari Bumi pada Senin, 18 Mei 2026.
- Jaraknya lebih dekat dari Bulan, yang rata-rata berjarak 384.000 km dari Bumi.
- NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan dengan Bumi.
- Asteroid ini berdiameter 15–30 meter dan tergolong kelas Apollo.
- Ditemukan beberapa hari lalu oleh lima observatorium internasional.
- Siaran langsung pengamatan disediakan oleh Virtual Telescope Project.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





