Ilustrasi teleskop besar di gurun Australia mengarah ke langit malam, melacak satelit di orbit geostasioner sementara bendera AS dan Australia berkibar di latar depan.
Ilustrasi teleskop besar di gurun Australia mengarah ke langit malam, melacak satelit di orbit geostasioner sementara bendera AS dan Australia berkibar di latar depan.

Pemantauan orbit tinggi kini lebih ketat, konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti perkembangan pertahanan luar angkasa.

AS Operasikan Teleskop 100 Ton di Australia Alur cerita dan fakta utama

Komando Pasukan Ruang Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) memperluas jaringan pengawasan satelit mereka di Australia dengan mengoperasikan Space Surveillance Telescope (SST) seberat 100 ton. Teleskop ini berada di Stasiun Komunikasi Angkatan Laut Harold E. Holt dekat Exmouth, Australia Barat, dan dikelola bersama oleh Unit Pengawasan Ruang Angkasa No. 1 dari Angkatan Pertahanan Australia (ADF). Dengan cermin utama berdiameter 3,6 meter, teleskop ini mampu memindai ulang posisinya setiap sembilan detik untuk melacak objek di orbit geostasioner pada ketinggian 36.000 km—wilayah kritis tempat satelit intelijen (ISR) dan sistem peringatan dini rudal beroperasi.

Sistem ini dilengkapi radar C-Band yang memantau orbit rendah dan menengah, sehingga setiap manuver mencurigakan di luar angkasa bisa terdeteksi. Langkah ini merupakan respons terhadap perkembangan kemampuan anti-satelit (ASAT) dari Cina dan Rusia. Cina dilaporkan telah memiliki sistem ASAT operasional untuk orbit rendah dan sedang mengembangkan kemampuan menyerang orbit sinkron bumi. Selain itu, satelit 'inspeksi dan perbaikan' milik Cina berpotensi digunakan sebagai senjata non-kinetik untuk melumpuhkan satelit musuh.

Rusia juga menjadi perhatian karena terus menguji rudal Nudol dan melakukan manuver pendekatan jarak dekat terhadap satelit AS. Jika terjadi konflik, gangguan terhadap satelit komunikasi dan GPS bisa mengacaukan koordinasi militer, menghambat misi tempur, dan mengganggu sistem pertahanan udara. Untuk mengantisipasi ancaman ini, sekutu AUKUS (AS, Australia, Inggris) sedang membangun Deep Space Advanced Radar Capability (DARC) di Australia Barat yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

Fakta

  • AS mengoperasikan Space Surveillance Telescope (SST) 100 ton di Exmouth, Australia Barat, untuk pantau orbit geostasioner.
  • Teleskop ini memiliki cermin utama 3,6 meter dan mampu memposisikan ulang setiap sembilan detik.
  • SST fokus melacak objek di orbit geostasioner setinggi 36.000 km tempat satelit intelijen dan peringatan dini beroperasi.
  • Cina diketahui memiliki sistem ASAT operasional dan sedang kembangkan kemampuan serang orbit sinkron bumi.
  • Rusia aktif uji rudal Nudol dan lakukan manuver pendekatan jarak dekat terhadap satelit AS.
  • Proyek DARC oleh AUKUS dijadwalkan beroperasi penuh pada 2027 untuk lacak objek kecil di orbit dalam segala cuaca.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial