
Kondisi tubuh yang terlihat terlalu kurus ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu kesehatan figur publik.

Kaki kurus Song Zu Er picu kekhawatiran Alur cerita dan fakta utama
Aktris Tiongkok Song Zu Er kembali menjadi sorotan setelah foto tanpa filter dari balik layar syuting beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, kaki sang aktris terlihat sangat kurus hingga bentuknya cekung, memicu kekhawatiran publik terhadap kesehatannya. Banyak netizen menyampaikan keprihatinan atas kondisi fisiknya, terutama mengingat jadwal syuting yang padat dan tekanan untuk tampil langsing di industri hiburan Tiongkok.
Song Zu Er, dikenal lewat drama populer seperti The Demon Hunter's Romance dan The Prisoner of Beauty, sering kali menuai pujian karena pesona visualnya. Namun kali ini, sorotan justru tertuju pada aspek kesehatan setelah video tak tersunting menunjukkan kontras mencolok antara tubuhnya dan staf pria di lokasi syuting. Banyak yang mempertanyakan apakah bentuk tubuh seperti ini layak dipuji atau justru berbahaya.
Diskusi yang muncul menyentuh isu sistemik: tekanan industri terhadap bentuk tubuh ideal yang ekstrem. Banyak bintang muda Tiongkok diketahui menjalani diet ketat dan jadwal padat yang berujung pada penurunan berat badan tidak sehat. Kasus ini kembali membuka perdebatan soal standar kecantikan yang menuntut tubuh sangat kurus, meski berisiko merusak kesehatan jangka panjang.
Fakta
- Foto tanpa filter dari balik layar syuting menunjukkan kaki Song Zu Er sangat kurus hingga terlihat cekung.
- Video tersebut diambil tanpa filter oleh pejalan kaki dan menunjukkan kontras dengan postur staf pria di lokasi syuting.
- Netizen menyampaikan kekhawatiran atas kesehatan Song Zu Er akibat bentuk tubuh yang terlalu kurus.
- Diskusi muncul soal tekanan industri hiburan Tiongkok terhadap bentuk tubuh ideal yang ekstrem.
- Song Zu Er dikenal lewat drama seperti The Demon Hunter's Romance dan The Prisoner of Beauty.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





