Ilustrasi jembatan ruang-waktu kuantum yang menghubungkan dua alam semesta dengan arah waktu berlawanan, satu dengan waktu maju dan satu dengan waktu mundur.
Ilustrasi jembatan ruang-waktu kuantum yang menghubungkan dua alam semesta dengan arah waktu berlawanan, satu dengan waktu maju dan satu dengan waktu mundur.

Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik melihat bagaimana waktu bisa bergerak mundur di sisi lain alam semesta.

Jembatan Einstein-Rosen adalah cermin waktu dua arah Alur cerita dan fakta utama

Studi terbaru mengungkap bahwa Jembatan Einstein-Rosen, yang selama ini dipahami sebagai bentuk wormhole dalam relativitas umum, sebenarnya bukan terowongan fisik yang bisa dilalui. Jembatan ini justru berfungsi sebagai struktur temporal kuantum yang menghubungkan dua versi ruang-waktu simetris dengan aliran waktu yang bergerak ke dua arah sekaligus. Di satu sisi, waktu berjalan maju seperti yang kita alami, sementara di sisi cerminnya, waktu bergerak mundur. Temuan ini meluruskan kesalahpahaman populer dari film fiksi ilmiah dan menegaskan bahwa jembatan ini tidak stabil untuk dilalui materi atau cahaya.

Pendekatan kuantum modern oleh peneliti Sravan Kumar dan João Marto menunjukkan bahwa dualitas waktu ini penting untuk menjaga konsistensi hukum fisika dasar, terutama di dekat lubang hitam. Dengan memasukkan aliran waktu mundur, informasi yang jatuh ke lubang hitam tidak benar-benar hilang, melainkan muncul kembali di aliran waktu alternatif. Ini menjadi solusi elegan bagi paradoks informasi lubang hitam yang selama puluhan tahun menantang konsistensi mekanika kuantum.

Implikasi lebih jauh, teori ini mengubah pandangan kita terhadap Big Bang. Alih-alih titik awal mutlak, Big Bang mungkin adalah fase 'bounce' dari alam semesta sebelumnya yang menyusut. Materi gelap bisa jadi sisa dari struktur kuantum yang bertahan melewati transisi tersebut. Temuan ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang keseimbangan antara relativitas umum dan mekanika kuantum.

Fakta

  • Jembatan Einstein-Rosen tidak berfungsi sebagai terowongan transportasi fisik, melainkan sebagai jembatan temporal kuantum.
  • Waktu di dalam struktur ini mengalir ke dua arah sekaligus: maju di satu sisi dan mundur di sisi lain.
  • Penelitian oleh Sravan Kumar dan João Marto menjelaskan bahwa dualitas waktu ini menjaga konsistensi informasi kuantum di dekat lubang hitam.
  • Temuan ini menawarkan solusi untuk paradoks informasi lubang hitam yang diidentifikasi Stephen Hawking pada 1974.
  • Big Bang mungkin bukan awal absolut, melainkan fase transisi dari alam semesta sebelumnya yang menyusut (bounce).

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial