
Pergerakan emas yang datar memberi konteks ringan untuk rekan investor yang mengikuti dinamika pasar global.

Emas Mandek di Tengah Gejolak Minyak dan Trump Alur cerita dan fakta utama
Harga emas bergerak datar pada Mei 2026 meskipun terjadi pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya harga minyak global. Di tengah ketidakpastian konflik antara AS-Israel melawan Iran, emas gagal menjadi safe haven yang kuat karena pelaku pasar masih waspada terhadap janji-janji diplomatik yang sering gagal. Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan udara ke Iran demi membuka ruang diplomasi, tetapi kemajuan nyata masih minim. Harga emas sempat menguat tipis ke US$4.544 per troy ons pada 21 Mei, namun kembali melemah ke US$4.532,89 pada 22 Mei. Di sisi lain, harga minyak WTI dan Brent turun lebih dari 2% karena prospek penyelesaian konflik yang kabur. Imbal hasil obligasi Treasury 10 dan 30 tahun juga turun, tetapi belum cukup mendorong kenaikan signifikan pada emas. Pasar kini memperkirakan peluang 58% kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, yang membuat emas—yang tidak memberi yield—menjadi kurang menarik dalam jangka pendek.
Fakta
- Harga emas ditutup di US$4.544 per troy ons pada 21 Mei 2026, lalu melemah ke US$4.532,89 pada 22 Mei.
- Harga minyak WTI turun hampir 2% ke US$96,35 per barel dan Brent ke US$102,58 per barel karena ketidakpastian penyelesaian konflik AS-Iran.
- Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun ke 4,564% dan 30 tahun ke 5,09% pada periode yang sama.
- Pelaku pasar memperkirakan 58% kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin di 2026.
- Emas telah turun lebih dari 14% sejak konflik AS-Iran dimulai pada akhir Februari 2026.
- Peter Grant dari Zaner Metals menyatakan pasar masih hati-hati karena kesepakatan damai sebelumnya sering gagal tercapai.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





