Grafik inflasi bulanan Mei 2026 di Bali menunjukkan kenaikan 0,42%, dengan komoditas cabai merah dan angkutan udara sebagai pendorong utama, berbeda dari tren deflasi dua tahun sebelumnya.
Grafik inflasi bulanan Mei 2026 di Bali menunjukkan kenaikan 0,42%, dengan komoditas cabai merah dan angkutan udara sebagai pendorong utama, berbeda dari tren deflasi dua tahun sebelumnya.

Perubahan pola inflasi ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti isu ekonomi lokal Bali.

Inflasi Mei 2026 di Bali Tidak Biasa Alur cerita dan fakta utama

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat inflasi bulanan sebesar 0,42 persen pada Mei 2026, sebuah perubahan dari tren sebelumnya yang justru mencatat deflasi pada bulan yang sama di 2024 dan 2025. Kondisi ini didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan dan jasa transportasi, terutama cabai merah, angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga, yang dipengaruhi oleh perayaan Idul Adha yang jatuh pada akhir Mei serta kebijakan kenaikan harga LPG non-subsidi.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,17 persen, sementara seluruh kelompok pengeluaran mengalami tekanan kenaikan harga, meskipun beberapa relatif kecil. Di tingkat kota, inflasi bulanan tertinggi tercatat di Tabanan (0,54 persen) dan Denpasar (0,50 persen), sementara Badung mencatat angka terendah (0,25 persen).

Secara tahunan, inflasi Bali pada Mei 2026 mencapai 2,99 persen, lebih tinggi dari tahun lalu (1,92 persen) namun masih lebih rendah dibanding Mei 2024 (3,54 persen). BPS menilai pola inflasi kali ini lebih menyerupai 2023, meskipun angkanya lebih tinggi. Data ini menjadi indikator penting bagi kebijakan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat di tengah musim liburan dan perayaan keagamaan.

Fakta

  • Inflasi bulanan Mei 2026 di Bali mencapai 0,42 persen, berbeda dari tren deflasi di Mei 2024 dan 2025.
  • Cabai merah mengalami inflasi tertinggi sebesar 11,76 persen, disusul angkutan udara 8,61 persen.
  • Perayaan Idul Adha yang jatuh pada akhir Mei dan kenaikan harga LPG non-subsidi menjadi faktor pendorong inflasi.
  • Secara tahunan, inflasi Bali pada Mei 2026 tercatat 2,99 persen, lebih tinggi dari 2025 (1,92 persen) namun lebih rendah dari 2024 (3,54 persen).
  • Inflasi merata di empat kota utama: Singaraja (0,37 persen), Tabanan (0,54 persen), Badung (0,25 persen), dan Denpasar (0,50 persen).

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial