
Temuan ini memberi konteks ringan untuk teman yang tertarik dengan astronomi dan misteri luar angkasa.

Sinyal Radio Misterius di Bima Sakti Terpecahkan Alur cerita dan fakta utama
Astronom internasional berhasil mengungkap asal-usul sinyal radio misterius yang muncul secara berkala dari dalam galaksi Bima Sakti. Selama bertahun-tahun, fenomena ini dikenal sebagai transien radio periode panjang dan menjadi teka-teki besar karena pola munculnya yang tidak biasa serta sumbernya yang tidak teridentifikasi. Kini, tim peneliti dari University of Sydney dan CSIRO berhasil mengaitkan salah satu sinyal tersebut dengan sistem bintang ganda bernama ASKAP J1745−5051.
Sistem ini terdiri dari bintang katai putih dan bintang katai merah yang saling mengorbit dalam waktu hanya sedikit lebih dari satu jam. Bintang katai putih, meski ukurannya sebesar Bumi, memiliki massa hampir setara Matahari, sementara katai merah memiliki massa sekitar sepersepuluh Matahari. Proses transfer materi dari bintang katai merah ke katai putih menghasilkan pemanasan ekstrem dan emisi sinar-X, sementara interaksi medan magnet kedua bintang menciptakan semburan gelombang radio secara teratur.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy ini menjadi salah satu bukti terkuat bahwa setidaknya sebagian sinyal radio misterius berasal dari sistem bintang ganda, bukan pulsar seperti dugaan sebelumnya. Sistem ASKAP J1745−5051 dijuluki sebagai 'Rosetta Stone' kosmik karena berpotensi menjadi kunci memahami fenomena serupa lainnya di galaksi. Selain itu, kondisi ekstrem dalam sistem ini juga bisa menjadi laboratorium alam untuk menguji hukum fisika yang sulit direplikasi di Bumi.
Fakta
- Sinyal radio misterius di Bima Sakti terdeteksi berasal dari sistem bintang ganda ASKAP J1745−5051.
- Sistem tersebut terdiri dari bintang katai putih dan bintang katai merah yang mengorbit dalam waktu 1,4 jam.
- Interaksi medan magnet dan transfer materi menghasilkan emisi radio dan sinar-X secara bergantian.
- Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada 2026.
- Peneliti utama Kovi Rose menyebut sistem ini sebagai 'Rosetta Stone' kosmik untuk memahami sinyal serupa.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





