
Alih fokus ini memberi konteks ringan untuk teman atau rekan yang sedang mengikuti arah baru Xbox di bawah kepemimpinan Asha Sharma.

Xbox Hentikan Pengembangan Copilot Alur cerita dan fakta utama
Microsoft secara resmi menghentikan pengembangan asisten kecerdasan buatan Copilot di ekosistem Xbox, termasuk di konsol dan aplikasi mobile. Keputusan ini diumumkan oleh Asha Sharma, CEO baru Xbox yang menggantikan Phil Spencer pada Februari 2026. Sharma menyatakan bahwa langkah ini bagian dari reorganisasi besar untuk membuat Xbox lebih lincah dan fokus pada kebutuhan langsung pemain serta pengembang.
Sebelumnya, pada ajang Game Developers Conference Maret 2026, Xbox sempat mempromosikan integrasi AI melalui Gaming Copilot sebagai fitur masa depan yang akan memberi tips dan strategi secara real-time. Namun kini, pengembangan fitur tersebut dibatalkan sepenuhnya, meskipun masih tersedia di platform seperti ROG Ally dan Game Bar Windows 11.
Pergeseran strategi ini diduga terkait dengan persiapan peluncuran perangkat keras generasi berikutnya yang dikodekan sebagai Project Helix. Microsoft kini memilih mengalokasikan sumber daya ke fondasi perangkat keras dan layanan inti, termasuk evaluasi ulang strategi monetisasi Xbox Game Pass. Keputusan ini menandai pergeseran fokus dari fitur tambahan berbasis AI ke stabilitas ekosistem dan kecepatan respons terhadap pasar global.
Fakta
- Microsoft menghentikan pengembangan asisten AI Copilot di konsol Xbox dan aplikasi mobile per Mei 2026.
- Keputusan ini diumumkan oleh Asha Sharma, CEO baru Xbox yang menggantikan Phil Spencer sejak Februari 2026.
- Pengembangan Gaming Copilot yang sempat dijanjikan untuk konsol tahun ini resmi dibatalkan.
- Fokus Xbox kini beralih ke proyek perangkat keras generasi berikutnya bernama Project Helix.
- Layanan Copilot akan ditarik secara bertahap dari aplikasi mobile Xbox, meskipun tetap tersedia di ROG Ally dan Game Bar Windows 11.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





