Ilustrasi persidangan Elon Musk melawan OpenAI, dengan latar ruang pengadilan dan simbol AI, uang, serta chat antara Musk dan Zuckerberg.
Ilustrasi persidangan Elon Musk melawan OpenAI, dengan latar ruang pengadilan dan simbol AI, uang, serta chat antara Musk dan Zuckerberg.

Sengketa ini bisa mengubah wajah industri AI global. Kalau ada rekan atau teman yang mengikuti perkembangan teknologi dan bisnis AI, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Musk vs OpenAI: Pertarungan Masa Depan AI Alur cerita dan fakta utama

Sidang hukum antara Elon Musk dan OpenAI kini memasuki babak krusial di pengadilan federal Oakland, California. Musk menggugat OpenAI, Sam Altman, dan Greg Brockman dengan tuntutan ganti rugi senilai USD 150 miliar (sekitar Rp 2.300 triliun), menuduh mereka mengkhianati misi awal OpenAI sebagai organisasi nirlaba yang berfokus pada keselamatan umat manusia. Ia menuntut perusahaan dikembalikan ke status nirlaba dan menyerukan pencopotan Altman serta Brockman dari jabatan mereka. Sidang juga mengungkap dokumen internal dan komunikasi pribadi, termasuk iMessage dari Mark Zuckerberg yang mendukung gugatan Musk, serta ajakan Musk untuk membeli bersama kekayaan intelektual OpenAI.

Dalam kesaksiannya, Musk mengaku hanya membaca judul dokumen transisi OpenAI ke entitas berorientasi laba, bukan detail aturannya. Ia bersikeras bahwa Altman meyakinkannya OpenAI akan tetap non-profit. Namun, OpenAI membantah dan menuduh Musk terdorong oleh kekecewaan karena gagal mengambil alih kendali perusahaan, serta ingin menguntungkan xAI, perusahaannya sendiri yang membuat chatbot Grok. Mengejutkan, Musk mengakui bahwa xAI menggunakan model OpenAI untuk melatih sistemnya, yang ia sebut sebagai praktik standar.

Sidang juga membuka konflik masa lalu antara Musk dan pendiri OpenAI lainnya. Pada 2017–2018, Musk mendorong penggabungan OpenAI dengan Tesla agar bisa bersaing dengan Google DeepMind, tetapi ditolak karena kekhawatiran atas konsentrasi kekuasaan di tangannya. Email dari Brockman dan Sutskever secara eksplisit menyatakan bahwa menciptakan struktur di mana Musk menjadi 'diktator AGI' adalah ide buruk. Musk keluar dari dewan direksi pada Februari 2018. Jika hakim memenangkan Musk, rencana IPO OpenAI senilai USD 850 miliar bisa batal, dan masa depan komersialisasi AI global akan kembali dipertanyakan.

Fakta

  • Elon Musk menggugat OpenAI, Sam Altman, dan Greg Brockman dengan tuntutan ganti rugi USD 150 miliar (Rp 2.300 triliun) pada sidang di pengadilan federal Oakland, California, Mei 2026.
  • Musk menuduh OpenAI mengkhianati misi nirlabanya dan menuntut perusahaan dikembalikan ke status non-profit serta pencopotan Altman dan Brockman.
  • Dalam sidang, terungkap chat antara Musk dan Mark Zuckerberg pada Desember 2024 hingga Februari 2025, termasuk ajakan Musk untuk membeli bersama kekayaan intelektual OpenAI.
  • Musk mengakui di bawah sumpah bahwa xAI menggunakan model OpenAI untuk melatih Grok, meskipun menyebutnya sebagai praktik standar.
  • Email internal 2017–2018 menunjukkan penolakan Brockman dan Sutskever terhadap rencana penggabungan OpenAI dengan Tesla karena khawatir Musk akan berkuasa mutlak.
  • Sidang akan melanjutkan dengan kesaksian Greg Brockman, Sam Altman, dan kemungkinan Satya Nadella dari Microsoft dalam pekan berikutnya.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial