Ilustrasi dua pemimpin berdiri di sisi berlawanan dari Teluk Guantanamo, dengan bayangan pasukan dan drone di langit, simbol ketegangan militer antara Kuba dan AS.
Ilustrasi dua pemimpin berdiri di sisi berlawanan dari Teluk Guantanamo, dengan bayangan pasukan dan drone di langit, simbol ketegangan militer antara Kuba dan AS.

Peringatan keras Kuba soal pertempuran jika terjadi invasi, konteks penting bagi teman yang mengikuti dinamika geopolitik Karibia.

Kuba Peringatkan Perang Total Jika AS Invasi Alur cerita dan fakta utama

Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat kembali memanas di tahun 2026 setelah laporan intelijen dari Axios mengungkap dugaan rencana Kuba menggunakan ratusan drone militer untuk menyerang pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo dan wilayah Key West, Florida. Pemerintah Kuba membantah keras klaim tersebut dan menuduh AS menyebarkan narasi palsu untuk membenarkan kemungkinan invasi. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan bahwa negaranya tidak menjadi ancaman, tetapi akan mempertahankan diri secara penuh jika diserang.

Di tengah krisis ekonomi berat akibat blokade energi dari AS pasca-penangkapan Presiden Venezuela pada Januari 2026, semangat perlawanan muncul dari warga sipil Havana. Mereka menyatakan kesiapan bertempur meski dalam kondisi kelaparan dan kekurangan listrik. Warga seperti Sandra Roseaux dan Jorge Villalobos menegaskan bahwa rakyat Kuba tidak akan menyerah, bahkan jika harus bertempur dengan senjata seadanya.

Eskalasi juga datang dari rencana jaksa AS untuk mendakwa mantan pemimpin Kuba Raul Castro atas insiden penembakan pesawat kemanusiaan tahun 1996. Langkah hukum terhadap tokoh berusia 94 tahun itu dianggap Kuba sebagai bentuk tekanan politik dari pemerintahan Donald Trump. Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez menegaskan hak Kuba atas bela diri sesuai Piagam PBB. Meski begitu, sebagian warga seperti Ulises Medina menyerukan dialog untuk mencegah konflik bersenjata yang merugikan semua pihak.

Fakta

  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel memperingatkan bahwa agresi militer AS akan memicu pertempuran darah-darah.
  • Laporan Axios menyebut Kuba mengakuisisi ratusan drone dan merencanakan serangan ke pangkalan AS di Guantanamo dan Key West.
  • Pemerintah Kuba membantah tuduhan tersebut dan menuduh AS menciptakan narasi untuk membenarkan invasi.
  • Warga Kuba seperti Sandra Roseaux dan Jorge Villalobos menyatakan kesiapan bertempur meski dalam krisis ekonomi.
  • Jaksa AS berencana mendakwa Raul Castro atas insiden 1996, yang dianggap Kuba sebagai eskalasi politik oleh Trump.
  • Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez menegaskan hak Kuba atas bela diri berdasarkan hukum internasional.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial