
Pencapaian Quiñones di Arab Saudi memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti jejak pemain Meksiko di luar negeri.

Penyerang Meksiko Cetak Sejarah di Arab Saudi Alur cerita dan fakta utama
Julián Quiñones mencatat sejarah sebagai salah satu penyerang Meksiko paling sukses di luar negeri setelah menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Profesional Arab Saudi musim 2025–2026. Bermain untuk Al-Qadsiah, Quiñones melewati pencapaian Ivan Toney dan Cristiano Ronaldo dalam jumlah gol di liga, menegaskan dirinya sebagai ancaman ofensif utama. Ia menjadi sorotan global berkat performa konsisten sepanjang musim, terutama di pekan ke-34 saat golnya menentukan status sebagai top skor.
Prestasi Quiñones menempatkan dirinya dalam jajaran legendaris penyerang Meksiko di luar negeri. Hugo Sánchez tetap menjadi ikon dengan lima trofi Pichichi di La Liga bersama Real Madrid, namun Quiñones kini membuka era baru di kompetisi yang lebih beragam. Sebelumnya, Carlos Vela pernah mendominasi MLS dengan 34 gol untuk Los Angeles FC pada 2019, sementara César Romero sukses di Armenia dan Agustín Herrera di Guatemala.
Keberhasilan Quiñones di Arab Saudi menandai perluasan pengaruh sepak bola Meksiko ke liga Timur Tengah yang sedang berkembang. Musim ini juga menunjukkan bahwa pemain Meksiko bisa bersaing di level tinggi di luar zona tradisional Eropa atau Amerika. Dengan kompetisi regional yang semakin kompetitif, jejak Quiñones bisa menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Fakta
- Julián Quiñones menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Profesional Arab Saudi musim 2025–2026 bersama Al-Qadsiah.
- Ia mengungguli pencetak gol seperti Ivan Toney dan Cristiano Ronaldo dalam jumlah gol di liga tersebut.
- Hugo Sánchez tetap memegang rekor tertinggi dengan lima trofi Pichichi di La Liga Spanyol.
- Carlos Vela mencetak 34 gol untuk Los Angeles FC di MLS pada 2019.
- César Romero mencetak 21 gol untuk FC Pyunik di Armenia pada 2014–2015.
- Agustín Herrera menjadi top skor tiga kali di Guatemala bersama Antigua GFC.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





