Ilustrasi dua aktivis kemanusiaan di atas kapal yang dicegat oleh kapal militer di tengah laut, dengan latar kapal rusak dan bendera Global Sumud.
Ilustrasi dua aktivis kemanusiaan di atas kapal yang dicegat oleh kapal militer di tengah laut, dengan latar kapal rusak dan bendera Global Sumud.

Pengusiran ini memberi konteks penting bagi rekan atau teman yang mengikuti upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Israel deportasi dua aktivis kemanusiaan Alur cerita dan fakta utama

Otoritas Israel telah mendeportasi dua aktivis kemanusiaan dari armada Global Sumud Flotilla setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional dekat Kreta. Aktivis yang terlibat adalah Saif Abu Keshek, warga negara Spanyol-Swedia, dan Thiago Avila dari Brasil. Keduanya sempat ditahan dan masa penahanan mereka diperpanjang hingga akhirnya dideportasi keluar dari Israel. Armada kemanusiaan ini berangkat dari Barcelona pada 15 April dengan tujuan membawa bantuan ke Gaza.

Pasukan Israel dilaporkan mencegat kapal-kapal tersebut di wilayah perairan internasional, merusak mesin dan sistem navigasi kapal. Aksi ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan awak kapal, yang sempat dilaporkan hilang setelah pencegatan. Global Sumud menuduh pasukan Israel melakukan intervensi ilegal dan merusak fasilitas kapal secara sengaja.

Otoritas Israel menyebut kedua aktivis bekerja sama dengan Konferensi Populer untuk Rakyat Palestina di Luar Negeri (PCPA), yang mereka anggap sebagai kelompok provokatif. Pihak armada kemudian meminta intervensi parlemen Eropa untuk menekan Israel atas tindakan tersebut. Kasus ini menambah ketegangan dalam upaya kemanusiaan lintas batas ke wilayah Gaza yang diblokade.

Fakta

  • Israel mendeportasi dua aktivis Global Sumud, Saif Abu Keshek (Spanyol-Swedia) dan Thiago Avila (Brasil), setelah penahanan diperpanjang.
  • Kapal kemanusiaan dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Kreta dan mengalami kerusakan pada mesin dan sistem navigasi.
  • Armada Global Sumud berangkat dari Barcelona pada 15 April 2026 menuju Gaza untuk membawa bantuan kemanusiaan.
  • Israel menuduh kedua aktivis bekerja sama dengan Konferensi Populer untuk Rakyat Palestina di Luar Negeri (PCPA).
  • Pihak armada meminta intervensi parlemen Eropa setelah aktivis dilaporkan hilang usai pencegatan.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial