
Tindakan ini memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti dinamika hubungan AS-China pasca-kunjungan.

Delegasi Trump Tolak Bawa Barang dari China Alur cerita dan fakta utama
Dalam kunjungan balik ke China setelah 10 tahun, mantan Presiden AS Donald Trump disambut oleh Presiden Xi Jinping di Zhongnanhai. Kedua pemimpin membahas hubungan perdagangan dan isu sensitif seperti Taiwan, namun momen setelahnya menarik perhatian global: delegasi AS menolak membawa barang apa pun dari pihak China. Sebelum naik Air Force One, staf Amerika mengumpulkan dan membuang barang yang dibagikan, termasuk kartu identitas, ponsel sekali pakai, dan lencana delegasi.
Tindakan ini dilaporkan oleh jurnalis Emily Goodin dari New York Post lewat unggahan di X. Ia menyebut tidak ada barang dari China yang diizinkan masuk ke pesawat kepresidenan. Keputusan ini mencerminkan ketegangan keamanan dan kepercayaan di tengah upaya kedua negara memperbaiki hubungan ekonomi. Kunjungan ini juga menandai pertemuan pertama Trump dengan Xi dalam satu dekade terakhir.
Dalam pertemuan tertutup, Xi Jinping memperingatkan Trump bahwa perbedaan soal Taiwan bisa membawa dua kekuatan besar ke bentrokan jika tidak dikelola dengan baik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan kebijakan AS terhadap Taiwan tetap tidak berubah dan menyebut akan jadi kesalahan besar jika China menggunakan kekerasan. Meski disertai upacara ramah, kunjungan ini menunjukkan kedalaman ketegangan yang masih membeku di bawah permukaan.
Fakta
- Delegasi AS membuang barang dari pejabat China, termasuk kartu identitas dan ponsel sekali pakai, sebelum naik Air Force One.
- Kunjungan Trump ke China pada Mei 2026 merupakan yang pertama dalam 10 tahun terakhir.
- Presiden Xi Jinping memperingatkan Trump bahwa isu Taiwan bisa picu konflik jika dikelola buruk.
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tegaskan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.
- Trump dan Xi bertemu di Zhongnanhai, minum teh, dan berbincang hampir tiga jam.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





